HUMANITIES

Sepanjang Maret Pulihkan Integritas Data dan Kemensos Resmi Perkenalkan New DTKS

Indonesiaplus.id – Memastikan seluruh data memiliki identitas tunggal dan Nomer Identitas Kependudukan (NIK) yang padan dengan data yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan pencatatan sipil, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial RI terus diperbaiki integritas Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Sepanjang Maret ini, DTKS dipulihkan integritasnya dan ditetapkan pada 1 April 2021 melalui Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) No 12/HUK/2021 menjadi New DTKS,” tutur Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam jumpa pers, Rabu (21/4/2021).

New DTKS, kata Mensos, akan ditetapkan setiap bulan untuk memastikan integritasnya terus ditingkatkan, sekaligus mengakomodir dinamika sosial di tengah masyarakat. Data penerima bantuan sosial (bansos) yang telah disalurkan dan atau masih dalam proses diakses melalui aplikasi berbasis web di http://cekbansos.kemensos.go.id.

“Jadi, melalui aplikasi ini publik bisa memantau penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan menyebutkan nama dan desa kelurahan tempat tinggalnya,” terang Mensos.

Sedangkan, informasi terkait bansos yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) seperti PKH, BPNT dan BST dapat diberikan melalui situs resmi yang menggunakan domain atau alamat kemensos.go.id.

Melalui aplikasi ini, Kemensos berharap bisa memenuhi hak Informasi Publik dan meningkatkan transparansi penyaluran bansos.

“Berbekal fitur dan kemampuan aplikasi cekbansos ke depan akan terus ditingkatkan seiring dengan kebutuhan dan dari masukan serta harapan masyarakat,” ungkapnya.

Beriktunya pengembangan fitur mencakup usulan baru dan sanggahan atas kepantasan penerima bansos usulan baru melalui proses verifikasi dan validasi pemerintah daerah untuk tetap menjaga integritas data. Jika ada sanggahan Kemensos bisa mengundang perguruan tinggi untuk melakukan proses pengendalian mutu.

“Dari masukan perguruan tinggi menjadi pertimbangan kami dalam memutuskan kepantasan kepesertaan dari program bansos,” tandas Mensos.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close