Pramuka Bentuk Insan Terampil dan Cerdas Secara Emosional

Jumat, 21 September 2018
Indonesiaplus.id – Kemah Budaya Nasional IX digelar di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 16-22 September 2018 dihadiri Penggalang dari 34 provinsi yang menampilkan seni budaya, yaitu lomba sosio-drama.
Pramuka Penggalang tidak hanya memililki kemampuan dalam hal tali temali, membangun tenda serta memahami rumus sandi-sandi. Melainkan juga mampu menampilkan seni.
Di panggung utama acara, lomba sosio-drama dilangsungkan di Bumi Perkemahan Kayu Bura.
Setiap kontingen diberikan jatah waktu 10 menit menyajikan cerita yang dibawakannya, seperti legenda daerah asal, cerita kepahlawanan hingga kearifan lokal wilayahnya.
Salah satunya, dari Kontingen Daerah (Konda) Daerah Istimewa Yogyakarta menampilkan cerita sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949.
Semangat pratiotisme kepahlawanan para pejuang menguatkan eksistensi Indonesia sebagai negara muda yang hendak dijajah kembali oleh Belanda disajikan secara menarik.
Tak kalah menarik, legenda Danau Maninjau di Sumatera Barat, Danau Toba di Sumatera Utara dan Pulau Kemaro di Palembang, Sumatera Selatan yang dihadirkan kembali oleh para Penggalang dari daerah tersebut.
Iringan musik dan kostum pun mengiringi setiap isi cerita, legenda yang menjadi pengetahuan baru yang bisa dinikmati dengan asyik, tapi serius oleh penonton, termasuk masyarakat dan anak-anak.
Juga, isu sosial seperti khitan bagi perempuan yang diangkat oleh kontingen Papua. Hal itu menjadi penyikapan menarik yang perlu digarisbawahi dimana para Penggalang bisa belajar menyikapi kenyataan hidup yang terjadi di tengah masyarakat.
Artinya, mereka perlu untuk memahami cerita yang dibawakannya sehingga bisa menyajikan di hadapan penonton dengan asyik, apik dan menarik.
Isu globalisasi menjadi lebih serius di masyarakat yang disajikan oleh kontingen Banten lengkap dengan koreografi yang mendukung dramaturginya.
Kegiatan Pramuka bisa membentuk menjadi manusia terampil secara teknis, tetapi lengkap secara kecerdasan emosional dan empati sosial.
Tentu saja, menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk masa depan bangsa yang lebih baik.[mor]





