HUMANITIES

Mensos Risma Siapkan Lumbung Sosial di Kabupaten Garut

Indonesiaplus.id – Kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini di akhir pekan terus berlanjut hingga Senin malam. Dimulai pada Ahad di Jember dan Malang, Jawa Timur, lalu menuju Kabupaten Bandung sore hari.

Pada Senin malam, Mensos tiba di Kabupaten Garut untuk melihat dari dekat dampak bencana banjir bandang. Di lokasi banjir bandang Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, langsung menuju titik bencana di tepi Sungai Ciloa.

Didampingi Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Kadinsos Kab. Garut Ade Hendarsyah dan jajaran Forkompinda, Mensos menyaksikan rumah warga yang rusak diterjang banjir bandang.

Di tepi Sungai Ciloa, Mensos dan jajaran pejabat daerah mendiskusikan tentang cara mengantisipasi bencana susulan yang berpotensi akan terjadi. Antisipasi diperlukan mengurangi kerugian sebagai dampak bencana baik jiwa maupun materi.

“Ya nauzubillah, jangan sampai ada bencana susulan. Tapi tetap wajib kita mengantisipasi bila terjadi. Ada beberapa titik di sini yang bila bencana susulan dikhawatirkan akses warga terputus. Kami akan dirikan lumbung sosial,” kata Mensos di lokasi banjir, Senin (29/11).

Lumbung sosial, kata Mensos, diperlukan untuk memastikan masyarakat di lokasi bencana tetap bisa mengakses kebutuhan dasar kendati akses transportasi terputus.

Dalam lumbung sosial tidak hanya diisi kebutuhan pokok seperti beras dan bahan makanan lain, namun bisa juga genset, tenda, kebutuhan dapur, perahu karet, BBM, dan lain sebagainya.

“Isinya tidak hanya kebutuhan pokok, tapi ada peralatan yang diperlukan masyarakat untuk menunjang kehidupannya dalam kondisi bencana. Lumbung sosial sudah berjalan di beberapa kawasan bencana di tanah air, ” kata Mensos.

Di Garut titik koordinat lumbung sosial akan dikaji lebih dalam oleh pemerintah daerah. “Untuk lokasinya nanti ditentukan oleh kepala desa atau aparat setempat. Karena mereka yang paling tahu kondisi di lapangan,” kata Mensos.

Kemensos memastikan akan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah setempat untuk menanggulangi dampak bencana. “Kami memberikan dukungan sepenuhnya. Kalau logistik di lumbung sosial habis, buat berita acara nanti akan diisi kembali,” kata Mensos.

Mensos pun banyak berinteraksi dengan Tagana terkait bantuan apa yang sudah diberikan dan kronologis kejadiannya seperti apa. Juga, Mensos berdialog dengan Kades Mekarwangi, Iwan Sutiawan dan warga mengenai hal-hal apa saja yang ingin disampaikan.

Mensos bertemu dengan warga khususnya anak-anak dan langsung membagikan bantuan berupa makanan anak, dan paket sembako untuk ibu hamil, serta lansia.

Kemensos menyalurkan bantuan logistik dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat berupa beras reguler 1 ton, tenda gulung merah 20 lembar, kasur merah 30 lembar, kids ware 30 paket, food ware 30 paket, peralatan dapur keluarga 30 paket, total bantuan Kemensos dari Gudang Dinsos Prov. Jabar senilai Rp 76.797.230.

Untuk mendukung pelayanan dapur umun di dua titik dapur umum (sesuai dengan kebutuhan) dan bantuan sembako 200 paket dengan total bantuan Rp40.000.000.

Dari Balai Tan Miyat Bekasi memberikan bantuan berupa alat bantu dengar 1 unit, snack anak-anak 200 paket, mainan anak 72 pak, perlengkapan sekolah untuk anak yatim, piatu dan yatim piatu (YAPI) korban Covid 3 paket, dan kebutuhan nutrisi balita YAPI korban Covid sebanyak 1 paket.

Tim Kemensos bersama Dinsos Prov. Jabar, Dinsos Kabupaten Garut serta Tagana membuka layanan Dapur Umum dengan total produksi 2.000 nasi bungkus/hari. Nasi siap santap disalurkan ke pengungsi dan masyarakat terdampak di wilayah Kecamatan Sukawening dan Kecamatan Karangtengah.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close