HUMANITIES

Komisi X DPR Gandeng Kemdikbud Angkat Budaya Melalui Nobar Film

Minggu, 23 September 2018

Indonesiaplus.id – Salah satu cara untuk mengangkat dan melestarikan budaya bangsa di setiap daerah adalah dengan pemutaran dan nonton bareng (nobar) sebuah film.

Program dari Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bersama DPR RI, dilengkapi dengan diskusi dan nobar film “Hongkong Kasarung” di Kantor Kecamatan Sukarame, Jumat (21/9/2018) malam.

Komisi X DPR RI bekerjasama dengan Kemendikbud menggiatkan kampanye nilai-nilai budaya bangsa kepada seluruh lapisan masyarakat melalui tayangan film nasional membawa pesan untuk membangun karakter bangsa.

“Kami sadar dan yakin dalam konteks mengangkat budaya dengan media perfilman, dimana media yang relatif efektif mengangkat budaya suatu daerah,” ujar anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah kepada awak media di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Komisi X DPR RI bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
dalam membangun karakter bangsa di pelosok daerah dengan nobar film nasional.

Sebenarnya nobar masyarakat itu sudah sering diselenggarakan, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) di Jawa Barat yakni Kabupaten Garut dan Kota/Kabupaten Tasikmalaya.

“Kampanye dengan media film ini tidak bisa satu dua kali, melainkan harus terus untuk menumbuhkan rasa cinta kepada produk-produk film nasional dan tentunya memperkenalkan budaya Indonesia melalui film,” katanya.

Media film dinilai memiliki kekuatan yang bisa diterima langsung oleh masyarakat, sehingga mereka mengetahui berbagai nilai budaya dan membangun karakter positif.

Tentu saja, beragamnya informasi yang disampaikan kepada masyarakat melalui film mampu menjaga persatuan
dan kesatuan bangsa Indonesia sehingga menjadi bangsa yang lebih kuat.

“Media film ini tidak susah payah melakukan promosi melakukan hal positif tentang beragam kebhinekaan yang ada di daerah,” tandasnya.

Politisi Partai Golkar itu mengaku, nonton bersama film nasional itu sudah sering diselenggarakan di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan respon masyarakat sangat antusias menikmati tayangan film.

Selain menjadi penonton, masyarakat juga dapat terdorong untuk menjadi pelaku yang membuat karya film bagus, menarik dan memiliki nilai budaya bangsa yang layak ditonton.

“Ke depan, masyarakat tidak hanya menjadi penonton saja, tapi bisa menjadi bagian dari upaya mengembangkan film Indonesia,” pungkasnya.[Mor]

Related Articles

Back to top button