HUMANITIES

Ini Baru Keren! Pusbang Film Sediakan Beasiswa Hingga S3 Bagi Sineas Muda

Kamis, 26 April 2018

Indonesiaplus.id – Seiring kebangkitan film di tanah air, Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terus melakukan berbagai terobosan program dan kebijakan strategis.

“Kebangkitan film di tanah air tidak lepas dari munculnya sineas muda, bagi mereka disediakan fasilitas pendidikan formal dengan gelar, apresiasi, serta workshop, ” ujar Kepala Pusat Pengembangan Film Kemdikbud, Maman Wijaya di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bagi sineas muda, yang tertarik mendalami dunia film didorong untuk melanjutkan pendidikan formal strata 1 (S1) hingga S3 atau doktoral. Saat ini, setiap tahun disediakan kuota 30 orang.

“Wujud nyata kami mendukung lahirnya para sineas muda tanah air, yaitu dengan memfasilitasi beasiswa S1-S3 untuk mendalami dunia film di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ” katanya.

Sedangkan bagi sineas, sutradara dan pemain yang mendapatkan penghargaan di event film internasional seperti di Korea, Kanada, Prancis, Australia ataupun menjadi nominee, maka disediakan fasilitas, berupa akomodasi untuk menghadiri even tersebut.

“Ini salah satu bentuk apresiasi bagi sineas, sutradara dan pegiat film berupa fasilitasi akomodasi berangkat ke even internasional seperti festival Cannes di Prancis, cukup menunjukkan undangan resmi dari pantia, dan hingga April sebanyak 67 orang penerima fasilitas ini, ” ucapnya.

Namun, bagi para sineas dan pegiat film yang belum memenuhi kriteria menerima fasilitas pendidkan formal, tetap diberikan ruang untuk menimba ilmu non formal atau non gelar, berupa serangkaian workshop pelatihan pembuatan film.

“Bagi mereka yang tidak masuk kriteria mendapat pendidian formal, kami sediakan pendidikan non formal berupa workshop dengan menghadirkan para praktisi dan dosen mumpuni di bidang film, ” katanya.

Untuk mendukung dunia film lebih berkualitas Pusbang Film mendukung adanya sertifikasi bagi para sineas, sutradara dan crew film. Sertifikasi dinilai penting selain sebagai standar kompetensi juga pengakuan kerja di dunia perfilman.

“Namun tak kalah penting meningkatkan pegiat dan pihak terkait film agar tersertifikasi, sehingga tidak hanya dituntut menghasilan karya film berkualitas tapi juga ada pengakuan komptensi kerja berupa sertifikasi, ” pungkasnya.[Hmd]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close