HUMANITIES

Gelar Pengabdian Masyarakat, Poltekesos Rintis Laboratorium Outdoor di Indramayu

Indonesiaplus.id – Pemberian informasi dan edukasi terakit HIV/AIDS untuk mendorong terbentuknya kesiapan dan keinginan keluarga membuka status HIV pada anak dalam keluarga.

Unit Kajian dan Layanan (UKALA) HIV dan Kesehatan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menggelar pengabdian masyarakat berupa peningkatan kapasitas bagi keluarga yang hidup dengan HIV/AIDS dalam pendampingan, perawatan, serta pengasuhan bagi anak dengan HIV/AIDS.

Salah satu mitra Poltekesos Bandung, Yayasan Kesuma Bongas Indramayu merupakan Lembaga Unit layanan HIV/AIDS yang dijadikan tempat Pengabdian Masyarakat dimulai pada Jumat (4/6/2021).

Tahap awal, digelar asesmen dan perencanaan kegiatan menerapkan teknik Focus Group Discussion (FGD) diikuti 10 orang ibu rumah tangga yang memberikan rawatan, pendampingan dan pengasuhan kepada anaknya yang telah terinfeksi HIV/AIDS.

FGD dipandu Tim Pengabdian Masyarakat Poltekesos Bandung, yaitu Dr Marjuki, Moch. Zaenal Hakim, Ph.D; Krisna Dewi, Ph.D; Dr Ayi Haryani, M.Pd; serta Ketua dan pengurus Yayasan Kesuma Bongas Indramayu.

Melalui FGD peserta mengikuti dengan senang dan komunikatif dan setiap peserta mendapatkan kesempatan seluas-luasnya menyampaikan pandangan dan pengalamannya selama merawat dan mengasuh ADHA, termasuk menyampaikan harapan dan keinginan untuk masa depan anak-anaknya agar bisa lebih baik.

Usai digelar kegiatan diharapkan berbagai informasi terkait isu dan kebutuhan psikososial yang dihadapi oleh Ibu rumah tangga yang merawat anak berstatus HIV, baik terkait proses perawatan, pendampingan, pengasuhan, maupun isu terkait dengan akses layanan dan dukungan sosial lainnya yang diperlukan.

Hasil dari asesmen ini menjadi dasar untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan melalui pemberian penguatan kepada keluarga terkait perawatan, pendampingan dan pengasuhan kepada Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA).

Penguatan kapasitas kepada keluarga, antara lain yaitu peningkatan pengetahuan Keluarga/Pengasuh mengenai pendampingan, perawatan, dan pengasuhan Anak dengan HIV/AIDS, serta mendorong keinginan/kesiapan keluarga mulai membuka status HIV pada Anak.

Ketua Yayasan Kesuma Bongas, Syarifudin menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai action tindaklanjut kerja sama yang telah dibangun.

“Pertemuan ini agar peserta mengikuti dengan semangat dan memahami informasi yang akan disampaikan oleh Tim dari Poltekesos sebagai keberpihakan kepada ibu-ibu semua yang hadir dan Kedepan akan ada kegiatan selanjutnya, ” ujar Syarifudin.

Direktur Poltekesos Bandung, Dr Marjuki selaku Tim mengapresiasi atas kehadiran ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan ini agar memperoleh rencana program kedepan.

“Pertemuan ini agar dijadikan pembelajaran bagi para Dosen Poltekesos dan Ibu-Ibu yang hadir bisa memberikan informasi dan inspirasi, selanjutnya apa yang telah dirumuskan terkait kebutuhan dan permasalahan dapat disusun rencana program penyelesaian masalahnya, ” kata Marjuki.

Tim Poltekesos perlu membuat program sosialisasi tidak ada lagi anggapan warga yang memandang Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), juga Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA) itu membahayakan bagi warga lainnya.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close