POLITICS

Utang Indonesia Naik, PP Muhammadiyah Desak Cari Solusi

Indonesiaplus.id – Utang Indonesia harus menjadi perhatian bersama, sebab bisa berimbas pada seluruh negeri. Hal itu disampaian oleh Peringatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas bahwa ada kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah saat ini didasarkan pada data dan perhitungan serta alasan-alasan yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Masalah ini tentu tidak boleh kita anggap enteng, tetapi harus menjadi concern atau perhatian bersama,” ungkap Anwar dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Indonesia, kata Anwar, harus mampu membayar utang-utangnya untuk tetap mempertahankan kepercayaan. Jika tidak, maka jelas akan menimbulkan dampak dan masalah besar bagi bangsa dan negara.

Sehingga, mulai dari tidak lagi dipercaya oleh negara-negara lain di dunia terutama oleh negara maju. Para investor tidak lagi mau datang untuk berinvestasi di Indonesia karena dianggap tidak lagi baik dan aman untuk berinvestasi.

Kondisi tersebut akan membawa dampak turunan seperti tingkat pengangguran, pendapatan, serta kemiskinan yang tidak dapat dihindari.

“Pada pergaulan internasional, kita akan sangat malu sekali dengan negara-negara lain sehingga kata-kata dan sikap kita terhadap suatu masalah tidak lagi di dengar oleh negara lain,” ungkapnya.

Keadaan ini tentu akan bisa membuat kedaulatan ekonomi dan politik negara terusik. Sebab, Indonesia bisa kehilangan kebebasan dan kemerdekaan dalam mengatur bangsa dan negara sendiri.

Pihaknya mendesak para ahli dalam bidang ekonomi dan politik serta pihak lainnya di negeri ini diajak untuk duduk bersama oleh pemerintah. Indonesia perlu jalan keluar agar bisa meminimalisir dampak dari tingginya tingkat utang.
“Perlu membicarakan masalah ini dengan kepala dingin agar sebagai bangsa dapat mencari serta menemukan solusi yang baik dan tepat yang sama-sama kita cintai ini tetap dapat bertahan, tumbuh berkembang dengan baik sesuai yang kita harapkan,” pungkasnya.[had]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close