POLITICS

Tes Baca Alquran Capres-Cawapres, Adik Gus Dur: Tidak Urgen

Selasa, 1 Januari 2019

Indonesiaplus.id – Lily Chodidjah Wahid, adik presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menilai tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) belum terlalu diperlukan.

“Saya kira Tidak urgen (mendesak atau sangat penting),” ujarnya usai bertemu dengan KH Ma’ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/12/2018).

Umat Islam, kata Lily, di Indonesia semestinya bisa memilih pemimpin yang menjadi
panutan dalam hal ke-Islaman. Sehingga, dalam pesta demokrasi tidak perlu membawa-
bawa Alquran.

“Seharusnya kalau orang Indonesia itu yang muslim waras pikirannya dan concern terhadap agamanya, dia akan memilih pemimpin yang bisa menjadi panutannya dia dalam ke- Islamannya gitu,” katanya.

Lebih jauh Lily menjelaskan, bahwa umat Islam Indonesia sudah berkontribusi besar bagi bangsa, salah satunya mengenai penghilangan tujuh kata dari sila pertama Piagam Jakarta. Karenanya, ia menilai persoalan pluralisme di Tanah Air sudah selesai dan tidak perlu dipersoalkan.

“Kalau hari ini ada yang membawa bawa lagi ke syariat segala macam menurut saya dia nggak ngerti sejarah,” tuturnya.

Dalam uji tes baca Alquran ini mengemuka saat Dewan Ikatan DAI Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua paslon.

Mereka mengundang Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga untuk hadir baca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019.

Usulan Dewan Ikatan DAI Aceh tersebut bertujuan untuk mengakhiri polemik keislaman Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga.

Selain itu, tes Alquran juga dinilai untuk meminimalkan politik identitas yang sudah terlanjur dilakukan oleh pendukung kedua pasangan calon.[mus]

Related Articles

Back to top button