POLITICS

Prihatin Kondisi Rakyat, PKS Minta Batalkan Kenaikan Iuran BPJS dan Harga BBM Turun

Indonesiaplus.id – Dua surat surat resmi dikirimkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke Pemerintah mendesak batalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Sedangkan, surat kedua meminta penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dua surat tersebut dikirim pada Senin (18/5/2020). Alasan PKS mengirim surat terkait permintaan agar iuran kenaikan BPJS Kesehatan dibatalkan, karena adanya aspirasi masyarakat yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Kami melaksanakan tugas DPR dan kewajiban Anggota DPR yang diperintahkan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Semoga surat ini direspons dengan bijak oleh pemerintah,” ujar Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini, Selasa (19/5/2020).

PKS, kata Jazuli, punya argumen rasional dan obyektif meminta Pemerintah batalkan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan menurunkan harga BBM. Pandemi Corona menjadi faktor kuat yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat terutama golongan menengah bawah.

“Ekonomi masyarakat jatuh, pemenuhan kebutuhan pokok sulit dan dalam kondisi itu sudah jadi tanggung jawab pemerintah membantu rakyat untuk meringankan beban ekonomi melalui jaring pengaman sosial yang efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Namun, Anggota Komisi I DPR itu mengkritisi karena kebijakan saat ini belum pro terhadap masyarakat. Maka, enaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai Juli 2020 justru menambah beban masyarakat, terlebih masyarakat

menengah ke bawah sangat mengandalkan BPJS untuk berobat. “Kenaikan iuran BPJS jelas menambah berat beban masyarakat di tengah pandemi,” ungkapnya.

Selain itu, Fraksi PKS mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. yang mengingatkan bahwa turunnya harga BBM saat ini dinantikan masyarakat.

Inti argumen dari PKS dalam surat tersebut menyangkut permintaan harga BBM turun. Selain untuk membantu masyarakat di tengah pandemi, BBM turun juga harus mengacu harga mentah minyak dunia.

“Jelas, selain untuk memenuhi rasa keadilan konsumen mengingat harga minyak dunia sejak bulan Februari sudah mulai menurun,” kata Jazuli.

Hitungan Fraksi PKS merujuk harga minyak dunia yang sudah mencapai kisaran 30 dolar AS per barel. Adapun asumsi dalam APBN 2020 sebesar 63 dolar AS per barel.

“Sudah lebih dari separuh turunnya, maka sangat wajar bagi Pemerintah menurunkan harga BBM,” tandasnya.

Jika dibandingkan dengan wilayah ASEAN sudah delapan negara yang menurunkan harga BBM. Kedelapan negara tersebut adalah Myanmar, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Thailand, Filipina, Laos dan Singapura.

“Kebijakan Malaysia dan Singapura sudah menurunkan harga BBM sebanyak enam kali. Myanmar bahkan sudah menurunkan sampai sembilan kali dalam dua bulan terakhir,” pungkas Jazuli.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close