POLITICS

Komisioner KPU: Hingga Jumat Malam Ada 231 KPPS Tewas

Sabtu, 27 April 2019

Indonesiaplus.id – Hingga Jumat (26/4/2019) malam, jumlah petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang tewas terus meningkat secara drastis, yaitu 231 KPPS saat bertugas dalam Pemilu 2019.

“Hingga pukul 21.00 WIB ada 2.023 KPPS yang tertimpa musibah, terdiri dari 231 KPPS yang tewas dan 1.792 KPPS jatuh sakit,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, dalam keterangan tertulisnya.

Masa kerja petugas KPPS tetap sesuai jadwal hingga 9 Mei mendatang. Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU), Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, masa kerja KPPS dimulai sejak 10 April 2019. Masa kerja KPPS berakhir pada 9 Mei 2019.

Untuk panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK), bekerja sejak 9 Maret 2018. Kedua kelompok penyelenggara pemilu ad hoc ini akan mengakhiri masa kerjanya pada 16 Juni 2019.

“Iya tetap sesuai jadwal dan saat ini KPPS hadir di kecamatan saat pembacaan hasil pemilu di TPS-nya, ” katanya.

Dengan masa kerja yang masih panjang, seluruh KPPS dan penyelenggara pemilu di lapangan wajib menjaga kondisi kesehatan. Juga, penyelenggara pemilu wajib melayani semua pihak dengan adil.

“Pastikan menjaga dan pastikan kotak suara aman dan tidak rusak. Bekerjalah dengan teliti dan pastikan pengisian sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara. Terakhir, janganmau digoda dan laporkan ke aparat bila ada ancaman/tekanan untuk melakukan manipulasi hasil pemilu oleh siapapun,” tandasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close