POLITICS

Hidayat Bilang, Tidak Ada Alasan Tuduh Islam Indonesia Radikal

Minggu, 14 Mei 2017

Indonesiaplus.id – Munculnya isu radikalisme dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, sangat menyesatkan dan tak pernah ada.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai isu tersebut dimunculkan hanya untuk mendiskreditkan umat Islam, semata-mata demi kepentingan politik sesaat saja. Padahal, hubungan antara umat Islam dengan Indonesia sudah berjalan harmonis sejak lama.

Sejarah telah mencatat bahwa umat Islam bahkan banyak melakukan pengorbanan demi tetap teguhnya NKRI. Salah satunya dibuktikan dengan lahirnya revolusi jihad yang dikobarkan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

“Bukti umat Islam menjaga NKRI adalah dengan adanya Revolusi Jihad, sehingga orang yang mati dalam membela bangsa dan negara maka kematiannya masuk dalam kategori jihad,” ujar Hidayat dalam keterangan tertulis saat sosialisai Empat Pilar MPR di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (13/5/2017).

Sejak masa Revolusi Jihad itulah, banyak santri yang berbondong-bondong ikut berjuang melawan Belanda yang hendak menjajah Indonesia lagi. Puncaknya terjadi pada 10 November yang dikenal dengan Hari Pahlawan. Pada hari itu, ribuan santri dan masyarakat Surabaya turut menjadi korban dalam pertempuran melawan Belanda.

“Maka, tidak ada alasan mengatakan bahwa Islam Indonesia itu radikal. Namun sebaliknya, tidak benar juga kalau ada umat Islam yang hendak melawan dan merusak Indonesia. Karena sejak dulu, antara Islam dan Indonesia sudah saling berhubungan dan tidak terpisahkan,” tandasnya.[Mus]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close