NATIONAL

Tiga Kabupaten Paling Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau

Indonesiaplus.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan tiga kabupaten sebagai wilayah yang paling terdampak letusan Gunung Anak Krakatau. Ketiga wilayah itu adalah Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung, serta Pandeglang di Provinsi Banten.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik terus diperketat. Pengawasan dilakukan bersama pemerintah daerah dan berbagai kementerian serta lembaga terkait.

Termasuk dalam upaya itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat. Warga diminta mewaspadai risiko pada saluran pernapasan, mata, dan kulit akibat paparan abu. Hal itu disampaikan Berton pada Senin (7/9), merujuk laporan Antara.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung. Segera bersihkan diri setelah tiba di rumah.

Selama abu masih melayang di sekitar tempat tinggal, masyarakat dianjurkan lebih banyak berada di dalam ruangan. Jika muncul keluhan pernapasan, segera cari pertolongan medis.

Menteri Kesehatan telah memerintahkan seluruh puskesmas di daerah terdampak untuk bersiap siaga. Juga disiapkan langkah pengaktifan Pos Komando Kesehatan atau Pusat Operasi Darurat Kesehatan (HEOC) sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

Abu erupsi itu juga berdampak langsung pada dunia penerbangan. Otoritas bandara bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan abu secara terus-menerus. Sebab, abu vulkanik berbahaya bagi keselamatan pesawat udara.

Hingga Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB, tercatat enam bandara masih ditutup sementara. Keenam bandara tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto (Tangerang), Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur), Raden Inten II (Lampung), serta Husein Sastranegara (Bandung).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, penutupan Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pemeriksaan menyeluruh di lokasi. Bandara itu resmi berhenti beroperasi sementara sejak Sabtu (6/9) pukul 12.00 WIB. Keputusan diambil demi menjamin keselamatan.

“Kementerian Perhubungan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Maskapai pun dilarang memaksakan penerbangan saat kondisi belum memungkinkan,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan situasi. Informasi terkait kesiapan operasional bandara akan diperbarui setiap empat jam sekali.

Sementara itu, jalur pelayaran Selat Sunda dikabarkan belum terganggu secara signifikan. Penyeberangan masih dapat berjalan seperti biasa. Meski demikian, pengelola pelabuhan tetap diminta waspada dan rutin memperbarui informasi terkait keselamatan pelayaran.

Pengguna jasa transportasi laut pun disarankan memakai masker guna melindungi diri dari paparan abu. Pengelola pelabuhan diimbau menjaga komunikasi erat dengan instansi terkait agar dapat merespons dengan cepat jika kondisi berubah akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.[yus]

Related Articles

Back to top button