NATIONAL

Komisi VIII DPR-Kemenag Sepakat Biaya Haji 2019 Tidak Naik

Selasa, 5 Februari 2019

Indonesiaplus.id – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019, disepakati oleh Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR sebesar Rp 35,235.602. Dalam mata uang dolar AS, rerata BPIH ini setara US$ 2,481 (kurs 1 US$: Rp14.200).

Kesepakatan tersebut ditandatangani Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher  dalam Rapat Kerja yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan.

Selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden Jokowi untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang BPIH 1440 H/2019M.

“Kami sepakat BPIH tahun ini rata-rata Rp 35.235.602, atau setara US$ 2,481. Besaran biaya haji tahun ini sama dengan tahun 1439H/2018M,” terang Menag Lukman Hakim Saifuddin dikutip laman resmi Kemenag, Senin (4/2/2019).

Kendati biaya haji tidak mengalami kenaikan, Menag menjamin akan ada peningkatan kualitas pelayanan haji  dibanding tahun lalu.

“Iya, tidak naik tapi pelayanan ditingkatkan seperti tenda di Arafah akan menggunakan AC. Urinoir di Mina akan ditambah jumlahnya. Bus salawat akan melayani jemaah yang tinggal di luar radius 1 km dari Masjidil Haram,” ucapnya.

Menag mengklaim BPIH Indonesia adalah yang paling murah di antara negara-negara ASEAN yang mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8.000 US dolar (USD). Persisnya, $8.738 (2015), $8.788 (2016), $8.422 (2017), dan $8.980 (2018).

Di Singapura, rata-rata di atas 5.000 US dolar, yaitu: $5.176 (2015), $5.354 (2016), $4.436 (2017), dan  $5.323 (2018). Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar $2.750 (2015), $2.568 (2016), $2.254 (2017), dan $2.557 (2018).

Dalam USD, rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar $2.717, sementara tiga tahun berikutnya adalah $2.585 di 2016, $2.606 di 2017, dan $2.632 di 2018.

BPIH Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Namun, sebenarnya lebih murah. Sebab, dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada $400 atau setara SAR 1.500 yang dikembalikan lagi kepada setiap jemaah haji sebagai biaya hidup (living cost) di Tanah Suci.

“Saat pelunasan, jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup (living cost).  Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang  akan berangkat akan menerima kembali dana living cost itu sebesar 400 USD atau setara SAR 1.500,” pungkasnya.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close