NATIONAL

Khutbah Id di Istiqlal, Quraish Shihab Ajak Masyarakat Cinta Tanah Air

Minggu, 25 Juni 2017

Indonesiaplus.id – Cendikiawan Muslim Quraish Shihab menyampaikan khutbah sholat Id di masjid Istiqlal yang mengajak mengajak masyarakat untuk cinta tanah air dan ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Shalat dan khutbah Id di Masjid Istiqlala, selain dihadiri masyarakat juga Presiden RI bersama para anggota kabinet kerja. Cendikiawan muslim ini dengan semangat menyampaikan pesan terhadap masyarakat.

“Manusia diciptakan dari tanah, tak heran jika cinta tanah air merupakan fitrah yakni naluri manusia. Kesadaran tentang kesamaan dan kebersamaan merupakan salah satu sebab muslim diwajibkan berzakat,” ujar Quraish.

Semua hal akan menjadi kecil dan ringan selama manusia selalu bersama dengan Allah. “Kita bersama sebagai umat Islam dan sebagai bangsa, kendati mazhab, agama atau pandangan politik kita berbeda. Karena kita semua ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita semua satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air dan kita semua telah sepakat ber-Bhineka Tunggal Ika, dan menyadari bahwa Islam, bahkan agama-agama lainnya, tidak melarang kita berkelompok dan berbeda. Yang dilarang-Nya adalah berkelompok dan berselisih,” katanya.

Maka sudah dijelaskan dalam firman Allah pada surat Al Imran ayat 105. “Janganlah menjadi serupa dengan orang-orang yang berkelompok-kelompok dan berselisih dalam tujuan, setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan. Mereka itulah yang mendapatkan siksa yang pedih, ” ucapnya.

Saudara, keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan yang dikehendaki Allah untuk seluruh makhluk, termasuk manusia. Seandainya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikannya satu umat saja, tetapi (tidak demikian kehendak-Nya). Itu untuk menguji kamu menyangkut apa yang dianugerahkan-Nya kepada kamu. Karena itu berlomba-lombalah dalam kebajikan (Q.S. Al-Maidah ayat 48).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillahil Hamd!

Dia menambahkan, saat ini umat Islam sedang melangsungkan idul fitri. “Katafithri atau fithrah berarti “asal kejadian”, “bawaan sejak lahir”. Ia adalah naluri. Fitrijuga berarti “suci”, karena kita dilahirkan dalam keadaan suci bebas dari dosa.Fithrah juga berarti “agama” karena keberagamaan mengantar manusia mempertahankan kesuciannya. Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama (Islam) dalam keadaan lurus,” terangnya.[Sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close