NATIONAL

Standar Manajemen Mutu Jadi Ruh Dalam Proses Rehabilitasi Netra

Kamis, 19 Januari 2017

Indonesiaplus.id – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, Marjuki mengatakan, diperlukan standar mutu untuk pelayanan panti sosial. Satu dari tiga panti yang telah menerapkan standar mutu, adalah Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna Bandung, Jawa Barat.

“Kedua panti itu adalah PSMP Antasena dan BBRSBG Temanggung. Wyata Guna yang telah melangkah maju dalam memberikan pelayanan rehabilitasi penyandang disabilitas netra secara terprogram, terencana, terdokumentasi, serta terdata dengan baik, ” ujar Marjuki usai menerima sertifikat ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu (SMM) di Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Penerapan ISO:2015, kata Marjuki, akan memberikan dorongan untuk konsisten dalam menyediakan berbagai produk layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan, persyaratan, serta peraturan dan perundangan terkait.

“Termasuk memfasilitasi kesempatan meningkatkan kepuasan pelanggan, menangani resiko dan peluang yang menyertai konteks dan sasaran, serta kemampuan memperlihatkan kesesuaian dengan persyaratan SMM, “ucapnya.

Untuk menjadi pusat rehabilitasi netra unggulan di Indonesia. PSBN dan jajaran harus memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan layanan prima kepada stakeholders, terkait pelayanan rehabilitasi dan perlindungan sosial secara Profesional, Among, Cekatan serta Asih (PACA).

“Agar semua aturan dan perundangan dipatuhi dengan baik, harus berkomitmen penuh terhadap kebijakan menerapkan SMM secara nyata dan terus menerus berinovasi untuk peningkatan di semua aspek, ” katanya.

Prima adalah pelayanan yang dilandasi dengan PACA. Profesional, merupakan pekerjaan yang didasari pengetahuan dan kemampuan serta didukung dengan knowledge, skill, dan value.

Among atau ngemong (bahasa Jawa-red) mengandung makna mengasuh, asuhan; Cekatan, memiliki makna cepat, tepat waktu; serta Asih, dari kata welas asih yang bermakna kasih sayang.

Sederhananya, ISO adalah tulislah apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang telah ditulis. Dengan ISO ditetapkan dokumen mutu, prosedur mutu, catatan mutu dan SOP ditetapkan, ditaati, dipatuhi, dihidupkan target-targetnya, peraturan dan perundangan selalu diupdate lalu diresumekan.

Mengacu kebijakan mutu di atas, di mana setiap pelaksana dituntut berkomitmen penuh untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi penerima pelayanan maupun pelaksana rehabilitasi.

“Kami minta seluruh sistem yang ada di Wyata Guna bisa dilaksanakan secara professional, sekaligus menjadi ruh dalam proses rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas netra di dalam maupun di luar panti. Juga, ketika meraih WTP sebagai wujud penghargaan dari pengorbanan yang dilakukan semua pimpinan dan jajaran panti, ” tandasnya.

Direktur KZA Consultants, Mariana Purwaningsih mengatakan, pihaknya mengucapkan selamat kepada PSBN Wyta Guna yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015, sebagai bukti pengakuan berstandar internasional.

“Kunci keberhasilan meraih sertifikasi ISO 9001:2015 tidak mudah, melainkan harus kerja Keras, kerja cerdas, kekompakan, kebersamaan, kerjasama tim, komitmen dan integritas. Tetap semangat dan terus pertahankan agar menjadi kebanggaan bersama, ” katanya.[Hmd]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close