NATIONAL

Bahayakan Pendaki, TNBTS: Gunung Semeru Ditutup

Indonesiaplus.id – Kawasan Gunung Semeru diputuskan masih menutup jalur pendakian hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Jalur pendakian ditutup karena kebakaran hutan di kawasan ini beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Balai Besar Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku otoritas pariwisata, John Kenedie memasuki musim penghujan sebelum memutuskan membuka jalur pendakian pihaknya melakukan survei pendahuluan jalur pendakian Semeru.

“Telah dilakukan survei pada 16 November 2019, hingga mulai dari pintu masuk Pos Ong sampai dengan Pos Kalimati. Hasilnya tim menemukan beberapa titik gangguan pada jalur pendakian di antaranya pohon tumbang jenis Acacia Decurent, ” ujar John, Rabu (20/11/2019).

Juga ada pohon tumbang akibat terbakar, longsoran tanah dan batu di Kemlandingan Dowo dan jalur pos tiga menuju pos empat arah Ranu Kumbolo. Di beberapa titik sepanjang jalur pendakian berdasarkan pengamatan tim survei masih memiliki potensi longsor.

Kondisi tersebut disebabkan karena posisi jalur pendakian berada pada posisi tebing dan jurang dengan kondisi ikatan tanah bekas kebakaran hutan dan kemarau panjang yang masih belum stabil.

“Sepanjang jalur pendakian dan sekitarnya curah hujan belum intensif terjadi. Belum stabilnya kondisi tanah tersebut akan sangat membahayakan pengunjung. Itu berpotensi timbul longsoran tanah, batu dan pohon tumbang, apabila sewaktu-waktu hujan turun di lokasi pendakian,” katanya.

Berdasarkan kajian kondisi lapangan oleh tim survei jalur pendakian di puncak tertinggi tanah Jawa ini masih ditutup. Penutupan ini bakal berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Kebijakan penutupan hingga batas watku yang tidak ditentukan, semata-mata atas pertimbangan keselamatan dan kenyamanan bagi para pengunjung itu sendiri,” pungkasnya.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close