NATIONAL

Gubernur Sulteng: Status Tanggap Darurat Banjir Sudah Berakhir

Sabtu, 4 Mei 2019

Indonesiaplus.id – Dinyatakan berakhir pada Sabtu (4/5/2019), status penanganan tanggap darurat atas bencana alam berupa banjir dan longsor di tiga kabupaten meliputi Kabupaten Sigi, Tolitoli dan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.
.
“Jadi tidak ada usul untuk diperpanjang, dan menurut pengamatan saya di lapangan, status tanggap darurat tersebut tidak perlu diperpanjang,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Sebelumnya, Gubernur Djanggola menetapkan status tanggap darurat atas bencana banjir yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, selama tujuh hari.

Adapun penetapan status tanggap darurat itu lewat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 367/199/BPBD-G.ST/2019 tentang Penetapan status tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor pada Kabupaten Sigi, Poso dan Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso dan Tolitoli juga ditetapkan status tanggap darurat penanganan banjir dan tanah longsor.

Status tanggap darurat penanganan bencana banjir mulai terhitung pada tanggal 28 April sampai dengan 4 Mei 2019. Keputusan tersebut ditetapkan Gubernur Sulteng pada tanggal 28 April 2019.

Banjir bandang menghantam beberapa wilayah di Kabupaten Sigi. Dalam penanganan bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi mengevakuasi sekitar 500 warganya yang terdampak banjir bandang di dua desa di Kecamatan Dolo Selatan, Senin (29/4/2019).

Mereka dievakuasi ke suatu lapangan yang relatif lebih aman dari lokasi bencana. Di Dolo Selatan terdapat tiga desa terdampak banjir, yakni Desa Bangga, Walatana dan Balongga. Desa Bangga dan Walatana sebagai lokasi paling parah terdampak bencana itu.

Dalam evakuasi itu, pemda setempat dibantu sekitar 300 personel TNI dan Polri. Mereka yang diungsikan, terdiri atas para orang tua hingga anak-anak dan balita.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close