GLOBAL

Negoisasi Kesepakatan Dagang: AS Optimistis dan Tiongkok Skeptis

Sabtu, 4 Mei 2019

Indonesiaplus.id – Untuk negosiasi kesepakatan dagang, pada pekan depan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He bakal berganti menyambangi AS. AS yakin pembicaraan ke-11 itu bakal menjadi yang terakhir. Namun, Tiongkok berkata lain.

Menurut juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders perjanjian sudah masuk tahap akhir Kamis lalu (2/5/29019). Keyakinan itu datang usai Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dijamu Liu di Beijing sehari sebelumnya.

Ada tiga petinggi dua negara itu terlihat harmonis saat mengawali dan mengakhiri negosiasi tersebut. “Pada akhirnya, Anda melihat dua pemimpin negara duduk dan merampungkan kesepakatan dagang,” tegasnya dilansir South China Morning Post.

Namun sebaliknya, kubu Tiongkok malah menolak bersikap tegas. Saat media berusaha mengonfirmasi, pejabat pemerintah via Taoran Notes menyatakan pembicaraan belum rampung.

Sebagai informasi, Taoran Notes adalah platform media sosial yang digunakan pemerintah untuk memberi kabar soal perundingan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok.

“Jadi apa yang disampaikan (AS) adalah taktik untuk menekan lawan bicara mereka. Tak usah ditanggapi serius.” Begitu komentar dari pemerintah.

Sementara itu, pakar hubungan internasional Shi Yinhong pembicaraan tak mungkin berjalan cepat. Profesor di Renmin University, Beijing, tersebut menilai permintaan AS sejak awal sudah besar.

Hal itu tentu membuat pemerintah Tiongkok susah mengabulkan tuntutan kabinet Presiden AS Donald Trump. “Saya kira tak mungkin Tiongkok mengubah kebijakan mereka dalam waktu singkat,” tandasnya.

Myron Brilliant, kepala bidang hubungan internasional di US Chamber of Commerce, ikut berbagi rasa pesimistis terkait perundingan perdagangan. Meski sepakat, dia ragu bahwa Tiongkok bakal benar-benar melepas sokongan untuk industri mereka.

“Jika soal transparansi, mungkin mereka setuju. Tapi, Tiongkok sepertinya tak akan memangkas subsidi untuk perusahaan-perusahaan mereka,” pungkasnya.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close