NATIONAL

Gempa Besar M6,1 di Malang, Peneliti: Potensi Terjadi di Jalur Banten hingga Banyuwangi

Indonesiaplus.id – Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS Amien Widodo menuturkan, bahwa gempa di Kabupaten Malang terjadi setelah adanya aktivitas zona subduksi terbentuk akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Terjadi gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang wilayah Malang, terjadi karena ada tumbukan Lempengan Indo-Australia. Namun, tumbukan serupa masih berpotensi terjadi lagi di wilayah pantai selatan Jawa.

“Tumbukan lempeng tersebut terjadi sekitar 200 kilometer dari pantai selatan Jawa, sehingga posisi tumbukan miring sepanjang jalur tumbukan dua lempeng tersebut terjadilah gempa,” ucap Amien, Minggu (11/4/2021).

Bagi dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini, bahwa kejadian ini merupakan hal yang lumrah terjadi mengingat letak geografis Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik.

Tumbukan dua lempeng terus mengalami pergesaran yang kecepatannya mencapai 7 centimeter per tahun. Dengan pergeseran yang akan terus terjadi hingga ada bagian tumbukan yang pecah dan menimbulkan gempa. “Ada jalur tumbukan ini berada dari daerah Banten hingga Banyuwangi,” jelasnya.

Namun beruntung, gempa bermagnitudo 6,7 tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pasalnya, karena pergeseran lapisan terjadi secara horizontal dan tidak menyebabkan gelombang tinggi air laut.[yus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close