NATIONAL

Al-Quran Ajarkan Jaga Lisan Dari Ujaran Dari Hate Speech

Selasa, 29 November 2016

Indonesiaplusl.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak, generasi bangsa memiliki mental kuat dan tahan banting. Sebab, al-Quran menyatakan dalam banyak ayat agar membangun keimanan dan kesalehan secara bersamaan.

“Banyak ayat al-Quran menyatakan, ….alladziina aamanuu wa amisushalihat, kita disuruh beriman dan berbuat berbagai kebaikan, ” ujar Mensos pada Wisuda Sarjana Strata 1, 2 dan 3 Insitut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (28/11/2016).

Umat Islam, kata Mensos, pada kondisi apapun harus senantiasa melakukan amal saleh dan memproduksi kebaikan-kebaikan, terlebih untuk keselamatan, kedamaian dan kemaslahatan bangsa dan negara.

“PTIQ memiliki banyak Program Studi (Prodi) yang terkait dengan keumatan. Salah satunya Komunikasi Islam, yang sudah seharusnya membimbing umat untuk menjaga kejujuran, kebaikan dan suasana yang kondusif, ” ucapnya.

Termasuk menjaga dari ujaran kebencian atau hate speech. Al-Quran juga mengajarkan bagaimana cara agar mengatakan sesuatu dengan benar dan jujur, sehingga menjadi referensi dalam menjalani kehidupan di masyarakat.

“Saya kira menjaga dari ujaran kebenciran atau hate speech penting untuk mencipatkan suasana kondusif dan al-Quran sangat bisa menjadi referensi agar lisan senantiasa mengatakan yang benar dan jujur, ” tandasnya.

Peran masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif perlu menjadi sikap segenap warga bangsa, termasuk kaum ibu-ibu sebagai kewajiban warga negara dengan melakukan ikhtiar dengan berdoa dan bermunajat.

“Saya selalu mengajak dan mengkampanyekan agar ibu-ibu, termasuk Muslimah NU untuk senantiasa ikhtiar dengan berdoa dan bermunajat untuk kedamaian dan keselamatan bangsa dan negara, ” katanya.

Perlu dipahamai bahwa peran ibu-ibu tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, mereka memiliki kemampuan untuk berdoa dan bermunajat untuk membangun suasana aman, damai, serta demi kemaslahatan bangsa.

“Dengan kekuatan doa dan munajat untuk keselamatan, kemaslahan dan kedamaian bangsa sebagai bagian dari bentuk memproduksi kebaikan dan komitemen menjaga kedamaian dan keselamatan bangsa dan negara, ” tandasnya.[Hmd]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close