HUMANITIES

Respon Cepat Kegalauan Masyarakat, Poltekesos Bandung Genjot Keahlian Tenaga Psikososial

Indonesiaplus.id – Beragam permasalahan sosial muncul di tengah masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, konflik antarwarga hingga pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, membutuhkan tenaga yang memiliki kualifikasi dalam layanan dukungan psikososial, baik bersifat indiviidu maupun komunitas.

Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kementerian Soial (Kemensos), Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung merespon cepat kegalauan masyarakat dengan memperkuat dan meningkatkan kebutuhan tenaga layanan psiko sosial.

Kemensos tidak sekedar menyalurkan bantuan sosial dan penanganan masalah sosial konvensional, melainkan masalah sosial kontemporer seperti pandemi Covid-19.

“Kemensos menyediakan layanan dukungan psikososial dengan menyiapkan balai rehabilitasi di Bekasi yang didukung pendampingan sosial bagi warga terpapar Covid-19 agar hadir suasana aman, nyaman serta tidak merasa ditinggalkan, ” ujar Wakil Direktur I, Admiral Nelson Aritonang, saat membuka Kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Layanan Dukungan Psikososial Poltekesos Bandung yang digelar oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Kamis (17/9/2020).

Melalui penyeleggaraan pelatihan peningkatan kapasitas layanan dukungan psiko sosial bagi seluruh dosen dan mitra kerja yang selama ini tergabung dalam layanan dukungan psiko sosial di wisma atlit kemayoran jakarta. Peningkatan kapasitas SDM yang terlibat sangat dibutuhkan dan harus dilakukan secara berkesinambungan.

Kepala PPM, Yuti Sri Ismudiyati, menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya PPM untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Tim LDP Poltekesos Bandung agar lebih responsif terhadap permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia.

“Hasil dari pelatihan ini akan tersedia sejumlah tenaga berkualifikasi layanan dukungan psiko sosial yang setiap saat bisa diterjunkan untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial baik dalam hal keterlantaran, kecacatan, ketunaan, keterpencilan, kebencanaan, eksploitasi, maupun diskriminasi, ” ungkap Yuti.

Kegiatan dibagi dua sesi, dimana peserta kegiatan mendapatkan materi dan bisa berdiskusi langsung tentang Dasar Penanggulang Bencana Bagian Tanggap Darurat dan Dukungan Psikososial diampu narasumber Rano Hanjaya (BPBD Provinsi Jawa Barat) dan Angga Muhammad Ridwan (Praktisi), serta hadir empat Relawan Satuan Tugas Covid -19 Jakarta.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close