HUMANITIES

Poltekesos Bandung: Kolaborasi dan Inovasi Pola Pikir Kunci Atasi Kemiskinan

Indonesiaplus.id – Untuk mengentaskan kemiskinan banyak cara, salah satunya dengan menyederhanakan parameter kemiskinan. Semua itu tidak ada hasilnya, jika dalam implementasi tidak terbangun komitmen saling berbagi tugas dan secara konsisten melaksanakannya.

Saat ini, kemiskinan tidak lagi bicara semangat ataupun pilihan usaha. Melainkan lebih kepada membangun kolaborasi dan inovasi pola pikir, sehingga dikuatkan dengan semakin berkembangnya teknologi dan kebutuhan pasar.

Sehingga, inti dari pengentasan kemiskinan dengan mengajak hidup berkecukupan secara ekonomi yang akan berujung pada peningkatakan kesejahteraan sosial. Ada aktifitas ekonomi terkait mata pencaharian yang secara kemampuan bisa dilakukan warga miskin itu sendiri.

“Kemiskinan bisa diatasi selama ada kemauan dari orang miskin itu sendiri. Kemauan akan terbangun jika ada kekuatan pendampingan dari komponen di sekitarnya yang memfasilitasi dan menguatkan seperti teknologi, pemasaran, serta pemberdayaan, ” ujar Wawan Heryana, Wakil Direktur bidang Administrasi Umum Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Kamis (14/1/2021).

Strategi penanganan kemiskinan tersebut, ditawarkan oleh Poltekesos Bandung saat benchmarking di desa Wanareja, Subang bersama mitra dari Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan, serta komponen lainnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan dari Menteri Sosial RI agar mereformasi parameter kemiskinan yang lebih sederhana dan cepat menyelesaikan masalah.

Upaya mengatasi kemiskinan sekarang berlomba dengan makin variatifnya cara maupun akar penyebab dari kemiskinan tersebut. Sehingga, penting menjadi perhatian dalam menetapkan berbagai pilihan pemecahannya.

“Ketepatan dalam menetapkan pilihan usaha berkontribusi terhadap upaya penurunan angka kemiskinan secara masif. Poltekesos akan berkontribusi dalam penguatan potensi sosialnya dengan menguatkan kompetensi warga miskin dalam berwirausaha, ” tandas Wawan.

Aep Rusmana selaku Ketua Program Pendidikan Pekerjaan Sosial Poltekesos, dalam waktu dekat akan secara terjadwal melakukan penguatan potensi sosial dengan menerjunkan para mahasiswa yang sudah dilatih untuk melakukan pendampingan.

Poltekesos mengapresiasi kepercayaan dari Ditjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) akan mengawal dan mengarahkan bantuan sosial yang sudah dirancang dalam bentuk kelompok usaha bersama sesuai pilihan warga.

“Penguatan kapasitas warga miskin merupakan bagian tidak terpisahkan dari strategi bisnis pengentasan kemiskinan itu sendiri, ” ujar Pribowo, Kepala Laboratorium Peksos Poltekesos Bandung.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close