HUMANITIES

Perlu Kolaborasi Governance Untuk Wujudkan Kota Ramah Anak

Indonesiaplus.id – Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, mengamanatkan setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Hak-hak anak terbagi empat, yakni hak untuk hidup, hak tumbuh berkembang, hak perlindungan anak serta hak partisipasi anak. kota atau lingkungan yang menyediakan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung tumbuh kembang dan kebutuhan anak-anak. Kota layak anak juga menjadi tempat di mana anak-anak diberikan prioritas dan diperhatikan dengan baik dalam segala aspek kehidupan mereka.

Pengembangan kota yang sesuai dan aman (fit and safe) bagi anak-anak menjadi perhatian dunia. WHO dan UNICEF sebagai organisasi dunia bersama-sama mengkampanyekan program-program yang dapat dilakukan pemerintah lokal agar dapat menciptakan kondisi lingkungan yang aman bagi anak-anak.

Berbagai program tersebut timbul sebagai reaksi dari maraknya pelanggaran terhadap hak-hak anak untuk hidup dan tumbuh secara layak. Kekurangan pangan, buruknya kesehatan, kekerasan pada anak, dan kerawanan timbulnya cedera menjadi fokus kampanye yang dilakukan kedua badan PBB tersebut. Cedera yang dialami oleh anak-anak di lingkungan perkotaan diakibatkan oleh keterbatasan fisik yang dialami oleh anak-anak dan lingkungan yang tidak aman (WHO, 2008).

Berdasarkan isu hangat tersebut, Program Studi Rehabilitasi Sosial Program Sarjana Terapan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltkesos) Bandung menyelenggarakan kegiatan Kajian Ilmiah menghadirkan narasumber Prof. Dr.H. Mukerto SIswoyo, Drs.,M.Si, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati 2023-2028 dengan materi tentang “Kolaborasi Governance dalam Mewujudkan Kota Ramah Anak di Indonesia”.

“Kegiatan ini berlangsung sebagai suatu rangkaian kegiatan yang sebelumnya terselenggra Kuliah Umum dan Kajian Ilmiah, dimana satu sama lainnya sangat berkesinambungan baik dari segi ilmu, pengalaman serta relasi, ” ujar Kepala Laboratorium Prodi Rehabilitasi Sosial Rini Hartini RA,.M.Pd,.Ph.D mewakili Ketua Prodi di Auditoritum Poltekesos, Jumat (24/11/2023)

“Untuk menciptakan atau menjalankan suatu program dengan output akhir baik seperti “Kota Layak Anak” kita senantias harus mampu menjalankan pendekatan baik secara intern maupun ekstern terhadap orang-orang sekitar kita sendiri, dimana relasi antar kita janganlah diputus melainkan semakin direkatkan kembali, ” ujar Suharma,Ph.D selaku Direktur Poltekesos Bandung membuka kegiatan yang ditandai ketukan di microphone sebanyak 3 kali.

Salah satu yang menjadi solusi dalam memecahkan masalah dalam menciptakan Kota Layak Anak yaitu Collaborative Governance. Apa Itu Collaborative Governance?

Collaborative Governance merupakan sebuah pendekatan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam suatu masalah atau isu. Adapun hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam membangun Collaborative Governance seperti Kolaborasi lintas sektor, Transparansi dan Akuntabilitas, Penilaian dan Pemantauan, Partisipasi masyarakat,Kemitraan dan Pembiayaan. Selain itu, sebagai pelopor pembentuk “Kota Layak Anak” perlu memahami langkah-langkah apa saja yang diambil untuk mendukung program tersebut.

Untuk membentuk Collaborative Governance perlu Identifikasi masalah, Melibatkan berbagai pihak, Membentuk sebuah forum, Mendorong partisipasi masyarakat, Memastikan transparansi dan akuntabilitas, Membangun model penilaian dan pemantauan, Memastikan adanya tambahan dana atau sumber daya dan Memperkuat kemitraan.

Penyelenggaraan panel tersebut, moderator yaitu Sekretaris Prodi Rehabilitasi Sosial Dra. Ella Nurlela,M,.Si dan dihadiri Dosen HomeBase Prodi Rehabilitasi Sosial dan Mahasiswa Angkatan 2020,2021,2022 dan 2023. Kegiatan Kajian Ilmiah diakhiri dengan sesi tanya jawab mahasiswa dan pemberian plakat terhadap narasumber.[ama]

Related Articles

Back to top button