Pelantikan Presiden dan Wakil BEM Poltekesos Bandung Periode 2022
Indonesiaplus.id – Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan oleh seorang pemimpin dimana ia harus terus belajar dari pengalaman serta tidak pernah berhenti mempelajari hal-hal yang baru.
“Pemimpin harus membangun semangat dan motivasi, memberikan inovasi cemerlang serta bersama-sama seluruh unsur organisasi agar berprestasi guna mencapai tujuan, ” ujar Epi Supiadi Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mewakili Direktur Poltekesos saat memberikan sambutan pada Pelantikan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Auditorium Poltekesos, Senin (29/8/2022).
Pelantikan Presiden Mahasiswa BEM periode 2022 telah ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) berdasarkan SK Nomor 011/01/SK/DPM-Poltekesos/08/2022.
“Kami harap seluruh pengurus DPM, BEM, Hima Prodi, dan UKM yang ada di Poltekesos Bandung dapat mewujudkan keintegritasan dari masing-masing organisasi dalam menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya serta mampu selaras dengan peraturan perundang-undangan organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus kita ini juga sesuai dengan tagline Poltekesos Bandung Mantap, Maju, Terdepan, dan Profesional,” harap Epi Supiadi.
DPM selaku lembaga legislatif memiliki wewenang sebagai pengawas dalam pelaksanaan kegiatan BEM, Hima Prodi, dan UKM mampu lebih sensitif dan peka terhadap isu-isu mahasiswa khususnya OKM dan UKM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya agar tidak berbeda arah dari perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh DPM.
Pengalaman berorganisasi yang dimiliki sekarang menjadi bekal berharga untuk kehidupan ke depan, sehingga akan muncul para pemimpin yang baik dan bisa membawa Negara untuk mampu bersaing percaturan global.
“Selamat pada Fransisco Martin dan Akhmad Sulthon yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM tahun 2022. Pergunakan kesempatan ini secara maksimal dengan siap menjadi laksana jarum detik pada sebuah jam yang tidak melihat apakah temannya bergerak atau hanya sesekali bergerak, namun ia terus berlari, bekerja dan berinovasi. Dengan cara itu organisasi hidup dan dirasakan keberadaannya. Bila kita berhenti berlari, karena melihat teman tidak bergerak dipastikan organisasi berhenti, ” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Bagian Administrasi Akademik dan Perencanaan, Sub Koordinator Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung beserta staf, Sub Koordinator Bagian Humas dan Kerjasama beserta staf serta Mahasiswa dan Mahasiswi Politekesos Bandung.[ama]





