HUMANITIES

Mensos: Apresiasi 15 Tahun Pengabdian Tagana Dalam Penanggulangan Bencana

Senin, 25 Maret 2019

Indonesiaplus.id – Dalam usia yang ke-15 tahun, Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah ambil bagian dalam kerja kemanusiaan yang luar biasa bagi bangsa.

“Hari ini saya merasa luar biasa bangga terhadap kiprah dan peran Tagana yang telah saudara diberikan dalam penanggulangan berbagai bencana di Indonesia, ” ujar Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutan ulang tahun Tagana di Markas Komando (Mako) Tagana Training Center (TTC), Sentul, Bogor, Senin (25/3/2019).

Selama 15 tahun, kata Mensos, Tagana berada di garda terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat terdampak bencana. Mereka hadir di lokasi kejadian satu jam usai peristiwa untuk memberikan pertolongan dan perlindungan korban bencana.

“Data dari BNPB tahun lalu, sepanjang 2018 terdapat 2.572 kejadian bencana di Indonesia. Mulai dari gempa bumi di NTB, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, serta Tsunami di Provinsi Lampung dan Banten, ” katanya.

Jumlah korban tewas 4.814 dan 10,2 juta jiwa mengungsi. Juga, ada 320 ribu unit rumah rusak dan 1.999 unit fasilitas umum mengalami kerusakan.

Awal tahun ini, bencana banjir di Kabupaten Madiun, Gempa bumi di Provinsi NTB dan banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kemensos bertugas memberikan bantuan berupa permakanan, dapur umum, pendirian tenda darurat dan layanan dukungan psikososial, serta bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) seperti penanganan banjir bandang di Kabupaten Jayapura sebanyak 100 Ton.

“Berbagai langkah penanganan bencana ini tentunya tak lepas dari kerja keras dan kiprah Tagana,” tandas Mensos.

Tahun ini ada beberapa rencana strategis Kementerian Sosial RI dalam hal penanggulangan bencana. Pertama, peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana alam dengan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana logistik, Peningkatan Kompetensi Tagana Muda, Madya dan Utama serta spesialisasi, fasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana dan fasilitasi Tagana Masuk Sekolah.

Kedua, penyaluran bantuan pemenuhan kebutuhan dasar untuk korban bencana alam pada masa darurat berupa pengerahan SDM Tagana, pemberian bantuan permakanan melalui dapur umum, tenda darurat, distribusi logistic keperluan keluarga dan layanan dukungan psikososial

Ketiga, penyelenggaraan pemulihan dan penguatan sosial korban bencana alam pascabencana dengan bantuan jaminan hidup, bahan bangunan rumah, isi hunian, santunan ahli waris dan santunan luka serta melakukan rujukan.

“Rencana strategis ini akan terwujud apabila semua pihak bersinergi dalam penanggulangan bencana. Tagana, TNI, Polri, Basarnas, pemda, dan seluruh unsur relawan lainnya,” pungkasnya.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close