HUMANITIES

Gerak Cepat dan Sangat Peduli, Tokoh Masyarakat Bali Apresiasi Kinerja Mensos

Indonesiaplus.id – Gerak cepat Menteri Sosial Tri Rismaharini membantu masyarakat terdampak bencana gempa di Bali diapresiasi tokoh masyarakat Bali, Anak Agung Gde Agung yang menilai Mensos sebagai pemimpin dengan “sense of crisis” tinggi.

“Sebagai perwakilan masyarakat Bali sangat mengapresiasi kunjungan Ibu Mensos. Beliau datang langsung ke lokasi bencana, menemui warga dan menyalurkan bantuan,” tutur Gde Agung di Bali (21/10/2021).

Pernyataan Gde Agung disampaikan sebagai respon usai berkunjung bersama Mensos ke lokasi gempa di Bangli (18/10/2021). Gaya kepemimpinan Mensos patut menjadi referensi para pemangku kebijakan baik di daerah maupun di pusat.

“Ibu Mensos tidak canggung melintasi danau dengan perahu. Ia bertemu langsung dan mendengarkan dengan sabar aspirasi warga,” tutur anggota Komite lll Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI tersebut.

Hasil diskusi di lokasi bencana seperti di Desa Trunyan, Mensos langsung mengeksekusi berbagai keputusan yang memberikan solusi dan manfaat, seperti menginstruksikan pendirian lumbung sosial, tenda untuk relokasi warga dan menawarkan bantuan perahu,” tegas mantan Bupati Badung itu.

Kebiasaan kerap langsung terjun ke lapangan Mensos, menurut Gde Agung, membawa kelebihan tersendiri. “Sebab dengan cara tersebut justru membuat masalah bisa dipotret langsung di lokasi kejadian tanpa prosedur panjang,” tandasnya.

Menurut Gde Agung bahwa Komite III DPD RI akan terus menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial. “Kerja sama dengan Kemensos akan terus terjalin dengan baik. Ke depan, kedua pihak harus meningkatkan sinergi, sebab permasalahan sosial ini begerak dinamis sejalan dengan dampak pandemi yang menimbulkan berbagai permasalahan termasuk kemiskinan,” tandasnya.

Pihak DPD RI akan terus mendukung dan melakukan pengawasan terhadap berbagai program Kemensos. “Program Kemensos di bawah Bu Risma sudah on the track dan DPD memastikan akan terus mendukung Bu Risma,” ungkapnya.

Pandangan umum terhadap Mensos sering marah, tapi bagi Gde Agung bukan persoalan serius. “Saya lama berteman beliau sejak beliau Wali Kota Surabaya. Wajar beliau marah karena ada persoalan terkait hajat hidup orang banyak yang tidak berjalan baik, seperti bantuan sosial yang tidak tersalurkan, terlambat atau salah sasaran,” tanasnya.

Bansos untuk di Provinsi Bali
Provinsi Bali mendapatkan bantuan sosial dari Kemensos total Rp 474.101.575.000 terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 214,8 miliar dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako sebesar Rp 259,2 miliar.

BPNT di Provinsi Bali menjangkau 19.358 KPM dan data menunjukkan, yang belum transaksi di Kabupaten Badung sebanyak 460 KPM, Jembrana sebanyak 2.727 KPM, Tabanan sebanyak 1.872 KPM, Gianyar 3.563 KPM, Denpasar 741 KPM, Klungkung sebanyak 1.690 KPM, Bangli 2.807 KPM, Buleleng 2.735 KPM, dan Karangasem 2.763 KPM.

Untuk PKH, berdasarkan data per 18 Oktober 2021, pada Tahap 3, PKH di Provinsi Bali menjangkau 106.859 KPM dengan nila bantuan Rp73,913 miliar. Data per 14 Oktober, pada tahap 3 diketahui sebanyak 3.317 KPM di Provinsi Bali tidak transaksi.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close