GLOBAL

Yulia Skripal, Putri Mantan Agen Ganda Rusia Mulai Stabil

Jumat, 30 Maret 2018

Indonesiaplus.id – Putri dari mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal, yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury, Inggris awal Maret lalu dikabarkan mulai pulih.

Yulia Skripal, 33 tahun itu dikabarkan telah meninggalkan ruang perawatan khusus pada Kamis (29/3/2018) setelah kondisi kesehatannya membaik.

“Yulia sudah dalam kondisi meningkat pesat dan tidak lagi berada dalam kondisi kritis, dan kini telah stabil,” ujar dewan rumah sakit Distrik Salisbury dalam pernyataanya.

Terkait kondisi mantan agen Rusia, Sergei Skripal, ditambahkan pihak rumah sakit, masih kritis meski tetap stabil.

“Kami senang bisa melaporkan peningkatan kondisi Yulia Skripal. Dia menunjukkan reaksi yang baik terhadap pengobatan tetapi masih terus menerima perawatan klinis dari ahli selama 24 jam sehari,” kata Christine Blanshard, Direktur Medis Rumah Sakit Distrik Salisbury, dilansir AFP.

Kasus mantan agen ganda Rusia yang diduga terpapar racun saraf Novichok ini telah menimbulkan kekacauan di Inggris dan negara-negara Eropa. Mereka menuduh adanya keterlibatan pemerintah Rusia dan mengusir para diplomatnya.

Perkembangan terbaru yang dilakukan tim penyidik menemukan adanya konsentrasi tinggi dari racun saraf di depan pintu rumah Skripal. Memunculkan dugaan serangan terhadap mantan agen tersebut dilakukan di depan rumahnya.

“Pada titik ini dalam penyelidikan kami, kami yakin Skripal dan putrinya pertama kali terpapar racun saraf di depan pintu rumah mereka,” tulis pernyataan Kepolisian Metropolitan.

“Para tetangga Skripal akan menyaksikan petugas melakukan penyisiran sebagai bagian penyelidikan, tapi saya ingin menekankan kepada mereka, risiko (racun) tetap rendah,” tulis pernyataan itu.

Tidak kurang 250 penyidik anti-terorisme diterjunkan dalam penyelidikan tersebut. Lebih dari 5.000 jam rekaman CCTV sedang diperiksa dan lebih dari 1.350 barang bukti sedang diteliti. Sekitar 500 saksi telah diidentifikasi dan ratusan kesaksian dicatat.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close