GLOBAL

Turki Tak Takut Ancaman AS, Tetap Perangi Separatis Kurdi – YPG

Selasa, 15 Januari 2019

Indonesiaplus.id – Pemerintah Turki terus bertahan dengan rencana untuk memerangi milisi Kurdi di Suriah. Kendati Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bakal mengacaukan perekonomiannya, jika Ankara melanjutkan misi tersebut.

“Kami sudah tandaskan berulang kali tidak takut dan tidak terintimidasi oleh ancaman apa pun.  Ancaman ekonomi terhadap Turki tak berarti apa-apa,” ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers di Ankara, seperti dilansir AFP, Senin (14/1/2019).

Turki mengincar milisi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang membentuk aliansi Tentara Demokratik Suriah (SDF) pada 2015. Selama perang memberangus “Negara Islam (IS)”, SDF mendapat dukungan militer AS dan berperan sebagai ujung tombak di medan laga dan jarang kalah.

Menurut Trump peperangan melawan teror di Suriah berhasil dimenangkan dan saatnya menarik 2.000 pasukan AS yang berada di sana. Karenanya, YPG tak lagi punya pelindung. Kesempatan itu dimanfaatkan Turki untuk melakukan serangan.

Di mata Ankara, YPG merupakan kelompok separatis bentukan Partai Pekerja Turki (PKK), yang memberontak terhadap pemerintahan Turki sejak 1984. PKK dicap organisasi teroris oleh Ankara, AS, dan Uni Eropa.

Berbekal dukungan AS terhadap YPG menjadi isu sensitif di internal NATO, di mana Turki juga menjadi anggotanya.

Menurut juru Bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, Ankara akan terus memerangi mereka semua merujuk pada IS dan YPG. Ancaman Trump dilontarkan pada Ahad (13/1/2019), bahwa “AS akan membuat Turki menderita secara ekonomi jika nekat menyerang Kurdi”.

Selain itu, Trump menegasan bahwa pembentukan “zona aman” sepanjang 30 kilometer sebagai solusi alternatif demi menjamin keselamatan milisi Kurdi.

Menlu AS Mike Pompeo menindaklanjuti dengan usulan “zona aman” diberlakukan di kawasan perbatasan di timur laut Suriah, daerah yang dikuasai milisi Kurdi dan akan disasar Turki.

“Kami ingin memastikan mereka terlibat dalam perang menghancurkan IS mendapat jaminan keselamatan, sementara teroris yang beraksi di Suriah tidak bisa menyerang Turki dan kami sedang menjalin pembicaraan dengan semua pihak untuk mewujudkannya,” ujar Pompeo di sela kunjungan ke Riyadh, Arab Saudi, Senin (14/1/2019).

Dari Ankara, Cavusoglu menjawab Turki “tidak menentang ide pembentukan zona aman” di Suriah. Ancaman Trump sudah berdampak. Nilai lira Turki melemah 5,5 terhadap dolar pada Senin siang.

Washington memberikan sanksi ekonomi pada Agustus 2018 usai Turki menawan seorang pastor AS. Saat itu, lira anjlok hingga 7 terhadap dolar. Perekonomian Turki membaik usai Pastor Andrew Brunson dibebaskan melalui pengadilan pada Oktober.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close