GLOBAL

Gelar Debat Nasional, Macron Padamkan Kemarahan Rakyat?

Rabu, 16 Januari 2019

Indonesiaplus.id – Pada Selasa (15/1/2019) Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar debat nasional untuk meredam kemarahan pemrotes yang terus meluas sehubungan dengan daftar keluhan yang panjang.

Babak pertama diselenggarakan di Kota Kecil Grand Bourgtheroulde di Prancis Utara dengan 600 wali kota.

Tindakan untuk menyelenggarakan pertemuan Dewan Kota selama dua-bulan di seluruh negeri itu bertujuan menangani protes “Rompi Kuning”, yang meletus pada 17 November.

Tindakan tersebut sebagai akibat kekecewan yang meluas sehubungan dengan kenaikan pajak bahan bakar yang kontrocersial tapi dengan cepat menyebar jadi gerakan luas untuk melawan Macron.

Dalam empat tema utama akan ditangani: pajak, peralihan Prancis ke ekonomi rendah-karbon, demokrasi dan kewarganegaraan, serta fungsi layanan masyarakat dan negara, Rabu (16/1/2019).

Selain itu, Macron meminta para wali kota untuk membantu menyelenggarakan debat tersebut dan menawarkan penyelesaian bagi masalah itu.

“Buat rakyat yang dalam situasi sulit, kami akan berusaha membuat mereka mengemban tanggung-jawab yang lebih besar,” kata Macron dalam pidato sebelumnya di Kota Kecil Gasny.

“Sebagian melakukan perbuatan yang benar, sedangkan sebagian lagi cuma membuat kekacauan,” lanjutnya. Protes Rompi Kuning dengan cepat mengambil tema yang lebih besar dan merembes ke negara lain Eropa.

Ribuan pemrotes dengan mengenakan rompi kuning terang –yang dijuluki Rompi Kuning– mulanya berkumpul di  kota besar Prancis, termasuk Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar yang kontroversial dan situasi  ekonomi yang memburuk.

Bahkan, sedikitnya 10 orang telah tewas, lebih dari 5.600 orang telah ditahan dan lebih dari 1.700 orang lagi telah cedera dalam protes tersebut.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close