ECONOMY

Keputusan Pangkas Produksi Harga Minyak Mentah Jadi Memanas

Indonesiaplus.id – Keputusan Amerika Serikat (AS) memangkas produksi berdampak pada harga minyak mentah dunia menguat.

Untuk pengiriman Juli, minyak mentah berjangka Brent naik US$1,51 ke posisi US$30,97 per barel, sedang minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$1,19 atau 5 persen menjadi US$24,74 per barel.

Sedangkan, untuk kedua kontrak minyak mencatat lonjakan dalam dua pekan terakhir. Harga minyak WTI melompat 33 persen, sedangkan harga minyak Brent melesat 18 persen.

Kondisi tersebut dipengaruhi keputusan berbagai perusahaan minyak Amerika Utara, yang menyetop produksi lebih cepat dari proyeksi para analis. Mereka menargetkan memangkas produksi minyak hingga 1,7 juta barel per hari (bph) pada akhir Juni.

“Dalam beberapa pekan terakhir ada kemajuan agak mencurigakan, mengingat kasus virus corona terus meningkat dan surplus minyak mentah AS. Sehingga, rekor tingkat pasokan AS kemungkinan dicapai dalam laporan EIA pekan depan,” tandas Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Seperti diketahui, per Rabu (6/5/2020), laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan kenaikan stok minyak mentah selama 15 pekan berturut-turut, meskipun tingkat pertumbuhan pasokan makin melambat sejak awal April di kisaran 19 juta barel.

Menurut Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow, bahwa pasar lebih mempercayai data yang menunjukkan OPEC dan sekutunya atau OPEC+ mematuhi pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari dimulai Mei ini.

“Saat ini saya memperkirakan harga akan mundur kembali ke US$20 per barel, sebab skeptisisme akan datang ke pasar tentang kepatuhan OPEC+ pada pengurangan produksi,” ungkapnya.

Irak belum juga mengumumkan pengurangan ekspor kepada para pembeli minyak reguler yang tengah berjuang mengurangi pasokan.

“Namun, yang diperlukan hanyalah satu atau dua negara untuk tidak mematuhi (peraturan) dan ini dapat membuka pintu bagi negara lain,” pungkasnya.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close