ECONOMY

Kamis Ini Harga Emas Dunia Turun Tipis Dampak Kecemasan Resesi

Indonesiaplus.id – Perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) harga emas naik turun terjebak di antara hambatan dari kenaikan suku bunga yang agresif dan dukungan dari tawaran safe-haven yang didorong oleh meningkatnya risiko resesi.

Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.818,66 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.819,7.

Komoditas emas dianggap pelindung nilai terhadap inflasi, biasanya menguntungkan selama terjadi ketidakpastian ekonomi, tetapi kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang bagi pemegang aset karena tidak menghasilkan bunga.

“PDB sedikit lebih lemah dari yang diharapkan terus menyebarkan kekhawatiran potensi bergerak menuju situasi resesi. Akibatnya, kita bisa melihat pergerakan menuju aset safe-haven,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger.

“Pasar emas terus berada dalam situasi tarik menarik karena Fed berkomitmen kuat untuk memerangi inflasi,” lanjut dia.

Selain itu, investor memperhatikan komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengatakan sementara ada risiko bahwa kenaikan suku bunga dapat memperlambat ekonomi terlalu banyak, risiko yang lebih besar adalah inflasi yang terus-menerus.

Harga perak turun 0,4 persen pada level USD 20,76 per ounce, dan platinum naik 4 persen menjadi USD 913,50. Sedangkan palladium naik 5,2 persen pada USD 1.971,16.

Sedangkan, baru-baru ini negara-negara G7 mengumumkan rencana untuk melarang impor emas Rusia. “Penting melihat apakah diskusi (pelarangan) meluas ke logam mulia lainnya, terutama paladium,” ungkap analis UBS Joni Teves dalam sebuah catatan.

“Pemerintah Rusia menyumbang lebih dari 40 persen pasokan tambang paladium global dan negara-negara seperti AS dan Jepang memiliki industri otomotif membutuhkan paladium sebagai masukan dalam autocatalysts untuk kendaraan bensin,” pungkasnya.[tat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close