CLICK+

Baznas: Media Film Bisa Sampaikan Inti dari Ajaran Zakat

Rabu, 6 Februari 2019

Indonesiaplus.id – Pesan ajaran zakat disampaikan pada masyarakat luas oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan menggandeng Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) saat meluncurkan film Iman di  Pangkuan Sang Fakir di Epicentrum XXI, Rabu (6/2/2019).

Menurut Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, film tersebut mengangkat fenomena kemiskinan yang  terjadi di tengah masyarakat. Penderitaan mereka tidak pernah putus tergambarkan dalam film tersebut.

Menghadirkan tokoh utama yang menunjukan kepedulian terhadap sesama yang sangat kuat, meski dirinya dalam keadaan miskin harta. Hal ini sejalan dengan inti ajaran zakat yaitu berbagi terhadap sesama.

“Film ini mendorong masyarakat menanamkan semangat kepedulian kepada sesama, diharapkan menumbuh kembangkan semangat masyarakat untuk peduli,” ujar Arifin di Epicentrum XXI, Rabu (6/2/2019).

Sehingga Baznas berharap masyarakat Indonesia menjadi lebih dermawan. Juga, bersama-sama membantu sesama dengan semangat mewujudkan Indonesia lebih baik. Semua orang bisa menolong orang lain seperti  ditampilkan dalam film. Bayangkan masyarakat kalangan biasa tetap bisa menolong mereka yang membutuhkan pertolongan.

Melalui film tersebut Baznas sebenarnya hanya menampilkan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Sambil mendorong semangat masyarakat untuk berbagi dan menjadi dermawan. Baznas tidak mengajari langsung tentang zakat pada film tersebut.

“Zakat adalah satu ajaran yang mendorong umat agar berbagi kepada sesama, itulah inti ajaran zakat,  kalau film ini diresapi dan diambil hikmahnya, makin banyak orang yang bisa tertolong karena semangat  berbagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, menambahkan melalui film Iman di Pangkuan Sang Fakir, Baznas ingin membangun kesadaran masyarakat berempati kepada mereka yang terpinggirkan. Masih banyak  saudara-saudara di berbagai pelosok negeri ini yang nasibnya tidak beruntung.

Jadi apa yang dikisahkan di dalam film sangat mungkin terjadi di tengah kehidupan masyarakat lapis bawah. Film bisa ditonton oleh semua kalangan dan diharapkan penonton akan terketuk pintu hatinya melalui film tersebut. Film itu juga sebagai bagian dari dakwah zakat.

“Saya kira ini langkah awal dan kalau sukses kemudian bisa dilanjutkan dengan mengambil tema lain misalnya film Baznas tanggap bencana, karena setiap ada bencana, Baznas selalu hadir sehingga itu bisa saja didokumentasikan atau difilmkan,” ujarnya.

Sinopsis dari film Iman di Pangkuan Sang Fakir berlatar belakang di sebuah kampung yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kehidupan masyarakat di kampung tersebut berada di bawah garis kemiskinan.

Seorang warga terjerat hutang rentenir hingga terusir dari rumahnya yang kumuh. Juga ditampilkan anak yatim dan piatu yang diurus neneknya dalam segala keterbatasan. Hingga akhirnya anak tersebut hidup sebatang kara dan mencari uang sekedar untuk makan sehari-hari di sebuah pasar.

Anak yatim dan piatu tersebut setelah remaja digambarkan memiliki kepedulian yang sangat kuat terhadap  sesama, meski hidup dalam keterbatasan. Uang untuknya makan sehari-hari rela diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Karakternya menjadi contoh yang mengajarkan inti ajaran zakat.

Menurut Baznas film ini akan diputar secara independen di Baznas provinsi dan kabupaten/ kota bersama  masyarakat. Juga, film diputar di lembaga-lembaga yang ingin memutarnya untuk mengambil hikmah dari film  tersebut.[wan]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close