Kesuksesan Pembangunan Nasional Dimulai Dari Satu Data Ketenagakerjaan
Indonesiaplus.id – Mendukung keberhasilan pembangunan nasional dimulai dari ketersediaan data yang berkualitas, termasuk di bidang ketenagakerjaan. Pasalnya, akhir dari pembangunan adalah meningkatnya kesejateraan masyarakat.
“Keberhasil pembangunan nasional berawal dari kemampuan kita menyajikan data yang berkualitas, ” ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Satu Data Ketenagakerjaan (SDK) di Badung, Bali, Kamis (21/7/2022).
Perlu dipahami, kata Menteri Ida, dari data yang berkualitas tersebut sangat diperlukan sebab apabila input data sampah maka yang dihasilkan pun akan bernilai sampah pula.
“Pembangunan merupakan sebuah proses yang terencana dan terukur sehingga dengan SDK yang valid bisa menjadikan mempercepat penyediaan data ketenagakerjaan terintegrasi, akurat, terpadu, serta mudah diakses, ” tandas Menteri Ida.
Satu data merupakan implementasi dari Perpres Nomor 39 Tahun 2019, bahwa pemerintah melakukan upaya untuk meningkatkan efektifitas pengambilan kebijakan dengan berdasarkan data.
“Satu data adalah kebijakan tata kelola pemerintah untuk menghasilkan data akurat, mutakhir, terpadu, mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi pusat dan instansi daerah melalui pemenuhan standar data, metadata, menggunakan Kode referensi dan data ketenagakerjaan, ” katanya.
Untuk mewujudkan SDK di tingkat nasional maupun daerah diperlukan kerja sama, kolaborasi, sinergi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi secara baik dan makismal.
“Dari pertemuan yang digelar ini agar jadi media kerja sama dan sinergi antarkementerian, pemerintah pusat dan daerah terkait informasi ketenagakerjaan, Bapeda, OPD untuk komitmen dalam SDK, serta seluruh pihak berpartisipatif aktif berbagi data secara nasional, ” harap Meneri Ida.
Pandemi COVID-19 yang menimpa seluruh dunia termasuk Indonesia, sebenarnya ada sisi hikmah yaitu ‘dipaksa’ menggunakan teknologi dan persoalan jarak antarwilayah tidak masalah lagi karena bisa diatasi dengan mudah dan murah.
“Ada hikmah dari pandmei COVID-19 yaitu kita bisa lebih cepat dari sebelumnya dengan bantuan teknologi, termasuk masalah jarak, koordinasi dan komunikasi diatasi dan kurang biaya tidak menjadi kendala lagi, ” ungkapnya.
Kendati memanfaatkan teknologi, pertemuan tatap muka atau offline masih dibutuhkan, karena sudah lama tidak dilaksanakn serta bisa menggenjot perekonomian masyarakat di masa perbaikan ekonomi pasca terjadi pandemi COVID-19.
“Kangen sudah lama juga tidak menggelar Rakornas tatap muka. Kita berharap ada penyamaan persepsi, standar data, ada keputusan meta data di antara pemerintah pusat dan daerah serta pihak-pihak terkait data ketenagakerjaan. Juga, ada dampak terhadap perekonomian Bali agar segera bangkit kembali, ” pungkas Menteri Ida Fauziyah.[tat]





