Uncategorised

Teriak Aku Paling Pancasila, HNW: Tapi Minta LGBT Dilegalkan

Ahad, 31 Maret 2019

Indonesiaplus.id – Sudah sejak lama, Pancasila telah mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam. Sehingga mementum pemilu jangan dijadikan ajang adu domba untuk memecah belah warga bangsa, lantaran berbeda pilihan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (NWA) saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Kelurahan
Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2019). Sosialisasi diikuti sejumlah pengurus masjid, majelis taklim, ormas serta berbagai tokoh masyarakat setempat.

“Jadi, ada pihak yang bilang Pemilu kali ini bukan Pemilu biasa, tetapi Pemilu antara yang pro Pancasila melawan yang mendukung Khilafah. Ini jelas adu domba,” tandas Hidayat.

Saat itu sebagian masyarakat termakan oleh kampanye negatif ini. Hal itu, karena ketidakpahaman atas peran umat di dalam menyelamatkan Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI.

“Seolah dikesankan, salah satu pihak yang paling Pancasila. Di pihak satunya berupaya menjaga kepentingan umat Islam sebagai pihak pendukung khilafah dan karenanya anti Pancasila. Tentu saja ini salah,” tegasnya.

Padahal, pihak yang selama ini mengaku-aku paling Pancasila pun kerap tak terdengar keberpihakannya  di saat ada persoalan bangsa yang menyangkut Pancasila.

“Misalnya, ketika puluhan aparat kita dari TNI dan Polri di Papua menjadi korban separatisme, tak terlihat pembelaannya. Teriak Aku Pancasila tapi biarkan separatisme. Aku Pancasila tapi protes ketika buku-buku  komunis disita. Aku Pancasila tapi mendukung LGBT dan menuntut disahkan di Indonesia,” kritik Hidayat.

Penting bagi umat Islam, kata Hidayat, untuk memahami Pancasila secara utuh agar tidak difitnah oleh pihak-pihak yang mengklaim diri mereka paling Pancasilais.

Sesungguhnya, sikap suka mengklaim paling Pancasila ini berakar pada Islamophobia. Umat harus mengimbanginya dengan tidak jadi Indonesia phobia.

“Pahami Pancasila dan peran umat Islam dalam menegakkannya serta menjaga keutuhan NKRI dalam sejaran Indonesia,” pungkasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close