TECHNOLOGY

Tahun Depan BPPT Bakal Bangun Tujuh SPLU Baru

Indonesiaplus.id – Tahun depan, tujuh tempat Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) akan ditambah oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Menurut Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi, bahwa BPPT sendiri mendapatkan mandat sebagai koordinator dalam penambahan SPLU ini.

Juga, telah banyak pihak yang telah menerima banyak masukan terkait hal ini. “Rencana kami tahun depan akan pasang empat dan tiga yang kecil jadi sekitar tujuh, ” ujar Eniya dalam acara penutupan Indonesia Electric Motor Show (IEMS), Sabtu (7/9/2019).

Namun, ada masukan kerja sama dari PLN dan ESDM yang ternyata juga berkeinginan memasang charging station. Saat ini tengah berkomunikasi dan terus akan bersinergi.

Melalui sinergi akan ada efisiensi anggaran, diharapkan TKDN lebih tinggi dengan disuplai dari industri lokal. Pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk transfer teknologi ke BUMN, BUMD maupun industri swasta yang lain.

Saat ini, sudah ada dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS). Fast charging station itu ditempatkan di dua kantor BPPT yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Eniya, tahun ini rencananya charging station akan dipasang di Bandung dan satu lagi di lokasi lain yang belum ditentukan.

Juga, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan penempatan SPLU atau charging station di ruang publik seperti perkantoran, mal, dan cafe. Akan tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kami sudah mengindentifikasikan, misalnya fast charging station lebih baik diletakkan di mal, cafe atau kantor yang cepat. Jika kira-kira masyarakat nongkrongnya lama, tidak usah terlalu fast karena ada pembahasan ultra fast charging station juga,” katanya.

Nantinya, jenis SPLU ini akan bergantung pada baterai seperti kapasitasnya. Kondisi ini agar kasus seperti baterai terbakar atau jebol tidak terjadi.

“Artinya, harus disesuaikan dan itu masuk ke dalam kajian BPPT, sehingga kami akan keluarkan tahun depan,” pungkasnya.[sam]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close