POLITICS

Sangat Menyakitkan, Gatot: Tidak Ada Dalam Kamusnya TNI Makar

Rabu, 12 Juni 2019

Indonesiaplus.id – Tuduhan yang dialamatkan kepada purnawirawan TNI sebagai dalang makar pada kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta, merupakan tuduhan sangat keji dan menyakitkan bagi para purnawirawan.

Beberapa purnawirawan TNI menemui Presiden Joko Widodo di Istana untuk mengklarifikasi tuduhan yang kepada beberapa purnawirawan TNI yang ditetapkan menjadi tersangka kasus makar.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menegaskan, bagi masyarakat awam tuduhan makar mungkin dianggap biasa. Tapi bagi purnawirawan TNI yang sudah mengabdikan jiwa raganya bagi bangsa dan negara, tuduhan tersebut sangat menyakitkan.

“Jadi, tuduhan itu sama aja sebagai pengkhianat. Lebih baik dikatakan kamu maling, itu enggak usah ke Presiden. Tapi begitu dikatakan makar, saya dikatakan sebagai ksatria kok (makar) habis sudah semuanya perjuangan selama ini,” tandas Gatot Nurmantyo di Jakarta, Selasa (11/6/2019) malam.

Para seniornya di TNI, kata Gatot, tahu persis bahwa menjadi tersangka makar punya dedikasi tinggi, sebagian besar hidupnya disumbangkan untuk negara.

“Tapi kenapa tiba-tiba hanya gara-gara komunikasi dikatakan makar. Bagi seorang patriot ini sangat menyakitkan karena mengkhianati negara yang diperjuangkannya,” tandasnya.

Gatot mengajak semua pihak mengedepankan cara-cara persatuan dan komunikasi publik yang menyejukan. Tidak mendiskreditkan satu institusi, terlebih dikaitkan kasus makar yang ancaman hukumannya bisa sampai hukuman mati.

“Tidak ada dalam kamusnya TNI itu makar, enggak ada. Kalau mau makar, wong dia senjata lengkap, terlatih, tapi itu enggak ada. Dalam konteks ini jangan sampai opini publik ini menuduh purnawirawan TNI lah ini menjadi dalang yang nembak-nembakin,” katanya.

Tiga mantan petinggi TNI dan Polri tersangkut kasus makar atau tindakan melawan negara. Mereka adalah mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, Eks Danjen Kopassus Soenarko dan Eks Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob.

Ketiga mantan petinggi TNI dan Polri ini merupakan pendukung pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close