NATIONAL

Sebelum Larangan Mudik Berlaku, Pemudik Motor Padati Jalur Pantura

Indonesiaplus.id – Jalur Pantai Utara (Pantura) mulai dipadati pemudik sepeda motor dan membawa banyak barang jelang dua hari pemberlakuan larangan mudik lebaran 2021.

Pemudik terlihat membawa barang-barang, mulai dari pakaian hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

“Sengaja pulang lebih awal karena ada saudara nikah di kampung tanggal 9 Mei. Kalau berangkat dekat hari nikahan jalan sudah disekat, enggak boleh mudik,” ucap Suwarno, salah seorang pemudik saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021) dini hari.

Suwarno melakukan perjalanan mudik dari Tanggerang menuju Purwodkerto, Jawa Tengah, mengendarai motor bersama istrinya.

Terlihat ada tiga tas besar menumpuk di dek sepeda motor yang merupakan barang-barang untuk keperluan pribadi selama menetap di kampung halamannya nanti.

Lebaran tahun lalu, Suwarno mengaku juga melakukan perjalanan pulang kampung menggunakan sepeda motor.

Perjalanan pada malam hari sebelum pemerintah memberlakukan pelarangan mudik dan berencana kembali ke Tangerang, Banten, setelah kebijakan pelarangan itu dicabut.

“Sudah jadi tradisi mudik lebaran, pergi sebelum kebijakan diberlakukan dan pulang setelah pelarangan dicabut,” ungapnya.

Pemudik dengan sepeda motor melakukan perjalanan pulang kampung selepas berbuka puasa. Memilih perjalanan malam hari karena cuaca cenderung lebih sejuk, tak terkena sengat matahari, seperti yang disampaikan Rahmat, pemudik sepeda motor asal Bekasi, Jawa Barat tujuan Brebes, Jawa Tengah.

Rahmat mengikat kotak karton berisi oleh-oleh di kursi belakang sepeda motor sport miliknya, sementara satu ransel lainnya dia sandang di punggung.

“Pakai motor mudik jadi lebih santai karena bisa berhenti di mana saja kita mau. Kondisi kendaraan harus baik supaya perjalanan aman dan lancar,” ujar Rahmat.

Pantauan di lapangan hingga Selasa (4/5/2021) dini hari, belum ada posko penyekatan jalan, baik itu di arteri Pantura ataupun jalan tol Jakarta-Cikampek.

Pemerintah melarang mudik Lebaran selama 12 hari, 6-17 Mei 2021, guna mencegah penularan Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Hery Antasari mengantisipasi modus pemudik tak membawa banyak barang dan mengeteng kendaraan umum.

Pengalaman tahun lalu, pemudik mengirimkan barang terpisah lebih dulu. Warga lantas berpakaian ala kadarnya dengan mengenakan sandal jepit seperti tidak akan bepergian jauh.

“Ada yang rela sambung-menyambung angkutan umum. Hal itu sudah pernah terjadi tahun lalu dan kami, maupun polisi sudah paham dan sudah siapkan antisipasinya,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan tahun ini pemerintah tidak memperkenankan adanya kegiatan mudik. Masyarakat diminta tidak mencuri kesempatan mudik sebelum tanggal libur maupun Idul fitri.[yus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close