NATIONAL

Sebagian Korban Gempa Palu Mulai Kembali Benahi Rumah

Minggu, 14 Oktober 2018

Indonesiaplus.id – Pasca terjadi bencana pada 28 September 2018, banyak pengungsi mulai kembali membenahi rumah mereka yang ditinggalkan.

Warga di bilangan Jalan Kancil dan Lembu pulang ke rumah, setelah selama beberapa hari tinggal di lokasi pengungsian. Sri salah sattunya, ia mengaku sudah dua hari tidur di rumah setelah sempat mengungsi ke lokasi pengungsian di Kelurahan Tatura Selatan.

Di rumahnya ada tiga keluarga, sedangkan saat gempa bumi semuanya lari mengungsi ke tempat yang aman. Pertama kali mengungsi ke Bandara Mutiara Palu selama tiga malam, lalu pindah mengungsi ke Asrama 711 Raksatama Palu. “Kebetulan, kami tinggal di belakang asrama itu,” katanya.

Selama dua hari terakhir ini, kata ibu enam anak itu, mereka semua telah kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa. Anak-anak jualan nasi kuning untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebetulan, kata dia, rumahnya yang hanya berdinding papan, tidak mengalami kerusakan saat gempa bumi.

Hal senada disampaikan Martha Bubun. Ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Lorong Honda Jaya itu, mengatakan sempat mengungsi beberapa hari, namun sekarang sudah kembali ke rumah.

“Saya dan keluarga hanya mengungsi dekat dengan rumah. Sudah tiga hari ini tidur di rumah, meski masih ada gempa,” katanya.

Dia mengatakan, distribusi logistik ke posko-posko pengungsi cukup lancar sehingga warga yang mengungsi tidak sampai kekurangan makanan. Perhatian pemerintah terhadap korban gempa bumi dan tsunami, baik di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, serta Sigi relatif cepat.

Selain itu, ia mengakui pada hari pertama setelah gempa, 28 September 2018, bantuan logistik belum mengalir, tetapi hari ketiga bantuan sudah mulai berdatangan di lokasi-lokasi pengungsian, termasuk mereka yang tinggal hanya di tenda-tenda yang dibangun sendiri.

Hingga saat ini masih lebih banyak warga yang mengungsi dalam wilayah Kota Palu maupun keluar daerah, termasuk ada yang mengungsi ke Makassar, Gorontalo, Manado, Balikpapan, Jawa, Jakarta, dan tempat lainnya yang belum kembali.

Kemungkinan besar mereka belum kembali karena selain trauma, juga masih ada gempa susulan yang terjadi, tetapi skalanya kecil.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close