NATIONAL

Pernikahan Dini Tak Sesuai UU, Dirjen: Masa Anak-Anak Itu Belajar dan Bermain

Senin, 16 April 2018

Indonesiaplus.id – Pemberitaan di media terkait pernikahan anak di bawah umur telah menarik perhatian publik, termasuk Kementerian Sosial yang menyayangkan pernikahan tersebut.

“Pernikahan anak di bawah umur di Bantaeng, Sulawesi Selatan, seharusnya tidak terjadi. Sebab, masa anak-anak adalah saat untuk belajar, bermain dan mendapatkan perhatian kedua orangtua, ” ujar Dirjen Rehabiliasi Sosial Edi Suharto di Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (16/4/2018).

Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2002, pada Pasal 26 (1.c) terkait perlindungan anak, disebutkan orangtua harus mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak. Juga, pada Pasal 81 bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun.

Selain itu, Pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 menyebutkan tentang Perkawinan diizinkan jika pihak laki-laki mencapai umur 19 tahun dan wanita mencapai umur 16 tahun.

“Jadi, jelas rujukan kami UU Perlindungan Anak. Sehingga dikatakan batas anak adalah usia 18 tahun. Terlebih jika diketahui anak-anak tersebut di bawah usia itu, ” katanya.

Dari kasus tersebut, semua pihak bisa belajar agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Memang beredar kabar sebelumnya KUA di Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan, mencatatkan pernikahan pasangan pengantin di bahwa umur.

Namun, jika yang menjadi alasan pernikahan dini itu karena anak perempuan takut tidur sendiri itu tidak substansial. Sebenarnya, pihak kerabat terdekat dan sanak saudara bisa membantu dan memberikan perhatian.

“Saya kira kalau alasannya karena anak perempuan itu takut tidur sendiri. Itu alasan tidak substansial, sebab pihak kerabat dan keluarga bisa memberikam perhatian, ” tandasnya.

Memang, peran keluarga menjadi sangat penting berupa bimbingan dan pengarahan, sehingga alasan takut tidur sendiri lalu permintaan menikah dini sebagai solusi dan langsung disetujui tidak terjadi.

“Sekali lagi, pernikahan di bawah umur bukan solusi. Berikanlah ruang agar anak-anak itu bisa tumbuh dan berkembang, belajar dan bermain dalam perhatian keluarga, ” tandasnya.[Sap]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close