NATIONAL

Mensos: Kemiskinan Bisa Dekatkan Pada Kekufuran

Kamis, 20 Juni 2019

Indonesiaplus.id – Strategi pengentasan kemiskinan salah satunya dengan mensinergikan berbagai instansi, kementerian, lembaga, serta melibatkan potensi masyarakat.

Sebab dampak dari kemiskinan begitu luas terhadap berbagai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan bisa mendorong seseorang pada kekufuran.

“Dalam perspektif Islam, ada sebuah hadis menyatakan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan seseorang pada kekufuran, ” ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Pembukaan Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 TA 2019 di Aula AH. Nasution Lantai 3, Mabesad, Jalan Veteran No. 5, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Inti dari pengetasan kemiskinan, kata Mensos, dalam tiga lingkup, yaitu perlindungan, pemberdayaan, serta rehabilitasi dengan beragam program yang di dalamnya, sehingga dengan tiga lingkup itu kesejahteraan masyaraskat bisa terwujud.

“Melalui program TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari ini, diharapkan bisa meningkatkan kesehteraan masyarakat tanpa terkecuali di daerah 3 T, yaitu tertinggal, terdepan dan terluar di berbagai daerah di Indonesia, ” ujarnya.

Selain itu, kemiskinan juga bisa berdampak pada mentalitas yang buruk dan meningkatnya tindak kriminalitas, konflik sosial, ekspresi kekecewaan, serta berbagai tindakan anarkis lainnya.

“Tentu saja, apa yang saya sampaikan merupakan hasil dari studi atau penelitian bahwa kemiskinan juga bisa menjadi lahan subur tumbuh berkembangnya paham radikal, intoleransi, serta terorisme, ” katanya.

Kementerian Sosial (Kemensos) mengggandeng TNI Angkatan Darat, sebab sebagai institusi negara sudah tidak diragukan lagi memiliki dasar yang kuat yaitu memiliki semangat kepahlawanan, keperintisan, serta kesetiakawanan sosial.

“Kami percaya institusi TNI AD memiliki semangat yang kuat terkait dengan kepahlawanan, keperintisan, serta kesetiakawanan sosial, ” ungkap Mensos.

Dengan bergulirnya program TMMD memang ditargetkan bisa mengatasi disparitas kemiskinan di tengah-tengah masyarakat khususya yang berada di daerah 3 tersebut.

“Kami melakukan bedah rumah tidak layak huni melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan dana stimulan Rp 15 juta per rumah, pembuatan sarana lingkungan (sarling), serta karya bhakti sosial, ” tandasnya.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close