NATIONAL

Kenali Aktivitas Dibolehkan dan Dilarang Selama PSBB di Jakarta

Indonesiaplus.id – Besok Jumat (10/4/2020) Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Beberapa kegiatan dilarang digelar namun ada juga sejumlah sektor yang masih diperbolehkan berjalan seperti biasa, saat PSBB untuk mencegah penyebaran corona covid-19 ini.

“DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai Jumat (10/4/2020). Secara prinsip tadi sudah kami bahas bersama selama ini DKI Jakarta sudah melaksanakan pembatasan-pembatasan itu,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Selasa (7/4/2020) malam.

Membatasi penumpang dan operasional transportasi umum
Pada masa penerapan kebijakan PSBB itu, ada pembatasan dalam operasional transportasi umum di Jakarta.

“Kendaraan umum akan dibatasi hingga jam operasinya dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Ini berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta,” kata Anies.

Pada praktiknya, transportasi umum tersebut akan dikurangi 50 persen dari jumlah penumpangnya. Setiap armada tidak diperkenankan mengangkut penumpang secara penuh.

“Penumpang bus dikurangi 50 persen, seperti satu bus 50 orang maka tinggal 25 penumpang. kita tidak mengizinkna penuh,” ungkpanya.

PSBB tidak main-main
Pihaknya tidak main-main dengan aturan yang akan diberlakukan ini. Tindakan tegas akan diberlakukan terhadap mereka yang tidak mengindahkan aturan tersebut.

“TNI dan polisi akan melakukan semua langkah tegas, kita tidak akan melakukan pembiaran dan kita tidak akan membiarkan kegiatan berjalan yang bila itu berpotensi terjadi penularan karena kepentingan kita semua adalah mengendalikan penyebaran, masyarakat diharapkan memahami dengan baik dan menaati dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Beragam aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan di DKI Jakarta selama PSBB.

Aktivitas terlarang

  1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas.
  2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah.
  3. Menutup seluruh fasilitas umum, seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan milik pemerintah maupun umum, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga dan museum.
  4. Kegiatan sosial budaya.
  5. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.
  6. Berkerumun di luar ruangan maksimal 5 orang.
  7. Kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi maksimal 50 persen.
  8. Makan di restoran atau tempat makan umumnya. Hanya boleh untuk take away atau dibawa pulang.

Aktivitas dibolehkan

  1. sektor kesehatan.
  2. sektor pangan, makanan dan minuman.
  3. Sektor energi, seperti air, listrik gas, pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.
  4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.
  5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.
  6. Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.
  7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan.
  8. Sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.
  9. Delivery barang. [sap]
Show More

Related Articles

Back to top button
Close