NATIONAL

Kemnag Bentuk Dua Unit Baru Pelayanan Jamaah Haji

Kamis, 31 Mei 2018

Indonesiaplus.id – Dua unit baru dibentuk Kementerian Agama (Kemnag) untuk meningkatkan pelayanan jamaah haji di Arab Saudi, yaitu P3JH dan tim konsultasi ibadah.

P3JH merupakan kependekan dari Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji yang bertugas untuk tim taktis evakuasi. Sementara tim konsultasi ibadah akan membuka konsultasi ibadah untuk jamaah.

“P3JH untuk memberikan pertolongan yang terbaik pada jamaah,” kata Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Ke-7 P3JH sebagai tim taktis mengisi titik kekosongan petugas layanan umum dan layanan kesehatan seperti saat prosesi ibadah haji di Mina. Kawasan Mina pada umumnya sangat penuh sesak dengan jamaah haji seluruh dunia. Dalam keadaan itu terkadang ada jamaah haji yang perlu evakuasi sehingga harus digendong. Tim P3JH bertugas untuk hal itu.

Contoh lain, jamaah berpotensi mengalami kondisi kelimpungan tidak dapat berjalan seperti saat lempar jumrah pertama atau ketika Mina Jamarat pada kepulangan jamaah. Jika tim masih kurang seluruh petugas haji Indonesia agar turut membantu evakuasi jamaah yang bergelimpangan karena terkendala berbagai kendala fisik.

P3JH tidak tumpang tindih dengan tim kesehatan karena justru memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi jamaah. P3JH bukan tim kesehatan. Tim kesehatan adalah tim pelayanan umum berbasis kesehatan tidak punya fungsi untuk pertolongan pertama.

“Tentu saja apa yang dilakukan P3JH ditindaklanjuti tim kesehatan untuk perawatan jamaah. Tidak ada overlapping kerja P3JH dengan tim kesehatan,” tuturnya.

Soal tim konsultan ibadah, Khoirizi mengatakan unit tersebut sebagai hal yang baru untuk pelayanan jamaah haji Indonesia. Tim tersebut akan membantu jamaah yang membutuhkan konsultasi ibadah.

Para konsultan itu jumlahnya belasan yang bisa ditemui jamaah di kantor daerah kerja. Mereka juga mendatangi pemondokan jamaah yang membutuhkan konsultasi. “Jamaah butuh konsultasi, dia bisa berikan kepada jamaah,” ujarnya.

Ada perbedaan tim konsultasi ibadah dengan pembimbing ibadah. Pembimbing, kata dia, mengedukasi memberi pencerahan kepada jamaah dan mengkoordinir jamaah di kloter. Fungsi pembimbing merangkap edukasi pembinaan menggunakan kekuatan bimbingan.

Konsultan ibadah, terdiri dari kalangan kiai dan ahli agama. Jika ada persoalan agama yang tidak bisa dijawab pembimbing maka konsultan ibadah dapat menjawabnya. Konsultan ibadah dapat menjelaskan mengenai hukum agama termasuk persoalan kontemporer yang tidak bisa dijawab pembimbing.

“Konsultan ini untuk konsultasi ibadah yang tidak terjawab yang tidak bisa dilakukan pembimbing,” ujar dia.[Sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close