NATIONAL

BPPTKG: Potensi Guguran Lava Merapi Diperkirakan Meningkat

Selasa, 27 November 2018

Indonesiaplus.id – Potensi guguran lava dari Gunung Merapi bakal terus meningkat, hal itu seiring pertumbuhan kubah lava yang saat ini volumenya mencapai sekitar 308.000 meter kubik.

“Kubah lava terus mengalami pertumbuhan, sehingga kejadian guguran lava akan terus terjadi dan meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan kubah lava,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kasbani saat memberikan keterangan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Senin (26/11/2018).

Berdasarkan catatan BPPTKG, sejak terjadi empat kali guguran lava pada 22 November lalu dengan jarak luncuran terjauh 300 meter dari bibir kawah, telah terjadi beberapa kali guguran lava dengan ntensitas kecil.

Dengan pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi sudah terjadi sejak 11 Agustus lalu dan hingga saat ini rata-rata kecepatan pertumbuhan kubah lava mencapai sekitar 3.000 meter kubik per hari.

“Dengan kecepatan pertumbuhan paling banyak sempat mencapai 6.000 meter kubik per hari. Tetapi jika dirata-rata, sekitar 3.000 meter kubik per hari. Pertumbuhan terjadi di tengah kawah sehingga kondisi kubah lava cukup stabil,” tandasnya.

Guguran lava yang terjadi pekan lalu berasal dari lava yang berada di tepi kubah karena posisinya tidak terlalu stabil sehingga mudah runtuh. Guguran lava juga masih terjadi di dalam kawah.

Kecepatan pertumbuhan kubah lava tidak dapat diperkirakan. Bisa saja mengalami percepatan atau perlambatan. Namun, volume yang ada saat ini masih jauh dari volume maksimal kawah Merapi yaitu 10 juta meter kubik.

Jika volume kubah lava yang ada saat ini, 308.000 meter kubik, sebagian besar runtuh, maka diperkirakan jarak luncur guguran kubah mencapai sekitar 2,2 kilometer condong ke arah bukaan yang berada di sisi tenggara gunung atau ke arah Sungai Gendol.

Jarak luncur masih berada di batas atau jarak bahaya yang direkomendasikan oleh BPPTKG yaitu tiga kilometer dari puncak. Masyarakat tidak perlu khawatir tetapi harus tetap waspada, katanya.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi juga tetap dinyatakan dalam level Waspada. “Belum ada perubahan status. Kami akan terus pantau perkembangan ke depan, termasuk perkembangan mengenai radius bahaya,” kata Kasbani.[sap]

Related Articles

Back to top button