NATIONAL

Berikut 5 Panduan Aktivitas Masyarakat Saat Nataru 2021

Indonesiaplus.id – Saat masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan panduan aktivitas dengan program pencegahan.

“Menghadapi periode Nataru masyarakat tetap mendukung pencegahan penularan Covid-19, yaitu melakukan persiapan cermat agar menikmati liburan produktif dan terkendali,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran tertulis, Rabu (10/11/2021).

Saat ini, kata Wiku, kondisi kasus di wilayah pulau Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali data per 8 November 2022, tersisa 0,23 persen orang positif Covid-19 nasional. Angka kematian harian 3,38 persen dan angkat kesembuhan 96,93 persen.

“Bijaknya kita menghargai pencapaian dengan tetap mempertahankan perkembangan kasus yang baik ini, bukan sebaliknya bersikap lengah dan lalai, sebagaimana disarankan oleh kementerian/ lembaga dan juga DPR,” ungkapnya.

Indonesia bisa belajar dari pengalaman libur panjang selama dua tahun terakhir, terlihat kelalaian protokol kesehatan pada mobilitas masyarakat sehingga memicu lonjakan kasus.

Ada lima hal yang harus dilakukan masyarakat demi mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2022.

Pertama, protokol kesehatan 3M secara komprehensif dan konsisten yang tidak terpisah-pisah dalam memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Kebijakan harus terintegrasi, mengingat satu dan upaya lainnya saling mengisi celah penularan Covid-19. Sehingga protokol kesehatan harus diterapkan di manapun dan kapanpun selama rangkaian kegiatan dan perjalanan,” ungkapnya.

Kedua, menyegerakan vaksinasi Covid-19 sebagai tanggung jawab dalam melindungi masyarakat yang rentan.

“Segera divaksin, orang-orang yang tidak bisa divaksin misalnya anak kurang dari 12 tahun ataupun orang dengan komplikasi kesehatan tertentu dapat terlindungi karena menjamin lingkaran interaksi mereka dengan orang yang peluang tertularnya lebih rendah,” ungkapnya.

Ketiga, inisiatif testing atau pengobatan Covid-19 jika merasakan gejala mirip Covid-19 harap masyarakat segera melakukan testing Covid-19 di fasilitas kesehatan terdekat.

“Testing untuk mencegah penularan dengan terdeteksi lebih cepat dan meningkatkan angka kesembuhan karena ditindaklanjuti lebih cepat pula,” tandasnya.

Keempat, perlu analisis risiko penularan sebelum berkegiatan dan perlu memperhatikan sirkulasi udara dan durasi kegiatan, dihimbau memilih kegiatan di luar ruang dengan durasi yang lebih singkat.

Selain itu, masyarakat perlu mempertimbangkan urgensi untuk bepergian khususnya bagi mereka yang sedang merasa tidak dalam keadaan bugar.

“Bagi orang merasakan gejala maupun kontak erat kasus Covid-19 tidak melakukan aktivitas luar ruang dan perjalanan, demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita,” terang Wiku.

Kelima, selalu mengikuti perkembangan kebijakan berlaku dan mematuhinya. Masyarakat diminta adaptif dengan penerapan ‘gas-rem’ yang ada melalui upaya mengikuti perkembangan kasus maupun kebijakan yang ada.

“Dibutuhkan kedisiplinan tinggi agar kebijakan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengendalian Covid-19,” tandasnya.

Juga, mengajak masyarakat menjadikan momentum libur panjang sebagai tantangan kolektif, tantangan Indonesia untuk segera terbebas dari pandemi Covid-19.

“Segala persiapan dan kerja keras untuk menerapkannya, maka kita bersama dapat mencegah lonjakan kasus atau gelombang kasus baru lainnya,” pungkas Wiku.[yus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close