NATIONAL

Asal Dentuman Jadi Misteri, BMKG: Tak Ada Kaitan dengan Gempa

Indonesiaplus.id – Di antara Jumat 10 (4/2020) malam hingga Sabtu (11/4/2020) dini hari, terjadi dentuman yang mengagetkan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. Hingga kini asal dentuman belum terpecahkan.

Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa dentuman tidak ada kaitan dengan letusan Gunung Anak Krakatau.

Terlebih, letusan gunung yang terletak di Selat Sunda tersebut lebih kecil dari erupsi 22 Desember 2020. Lalu, dari mana asal dentuman tersebut?

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, memang, pada Jumat 10 (4/2020 malam. Gempa tersebut terjadi pukul 22.59 WIB.

“Iya, tadi malam terjadi gempa bumi bermagnitudo tidak signifikan 2,4 terjadi pukul 22.59 WIB ini berlokasi di 6,66 LS 105,14 BT berjarak 70 km arah barat daya Anak Gunung Krakatau di kedalaman 13 km,” ujar Rahmat Triyono melalui siaran pers BMKG.

Pihaknya memastikan tidak ada laporan dari masyarakat terkait guncangan yang diakibatkan gempa tersebut. “Tentunya dentuman dirasakan dan didengar masyarakat sekitar Jakarta kami yakini bukan diakibatkan gempa tektonik dengan magnitudo 2,4,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono senada memastikan, bahwa dentuman beberapa kali terdengar dan membuat resah masyarakat Jabodetabek, tidak bersumber dari aktivitas gempa tektonik.

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten, ” ungkapnya.

Selain itu, Daryono mengatakan, pendapat Surono ahli Vulkanologi yang diunggah di channel youtube Andromeda Mercury perlu dipertimbangkan. Melalui video tersebut Surono mengatakan, tidak tahu betul dari mana sumber dentuman tersebut berasal.

Saat kondisi sepi sekali akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar, bisa saja suara yang tidak biasa terdengar menjadi terdengar. “Bisa saja seperti itu,” tandas Surono.

Terjadi kecepatan suara bergantung pada kerapatan udara, tekanan udara di satu tempat. “Saya kemungkinan masih mempercayai (suara dentuman) dari Anak Krakatau, sumber lain apa coba?” pungkasnya.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close