NATIONAL

Alquran Berbahasa Batak Angkola Segera Diterbitkan

Selasa, 6 Desember 2016

Indonesiaplus.id – Apresiasi dan menyambut gembira atas penyusunan dan penerbitan terjemahan Alquran berbahasa Batak Angkola oleh Badan Litbang Kementerian Agama RI.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hasban Ritonga, yang rencana peluncuran buku terjemahan Alquran Bahasa Batak Angkola akan dilaksanakan Menteri Agama pada 19 Desember 2016.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami sangat berterima kasih dan menyambut gembira penerbitan terjemahan Alquran berbahasa Batak Angkola ini. Kami yakin akan sangat bermanfaat,” ujar Hasban saat menerima kunjungan Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama, Dr H Choirul Fuad Yusuf dan tim penyusun di Kantor Gubsu, Senin (5/12/2016).

Turut hadir mendampingi Sekda Assisten Administrasi Umum dan Asset Jumsadi Damanik, Assisten Kesra OK Zulkarnain, Kepala Dinas Kominfo HM Fitriyus dan Kabag Agama Biro Binsos Muhammad.

Terjemahan Alquran berbahasa Batak Angkola sangat berharga bagi khazanah pustaka di tanah air khususnya Sumatera Utara. “Ini merupakan karya yang sangat berharga terutama dalam upaya melestarikan Bahasa Batak Angkola,” tandasnya.

Juga, terjemahan Alquran dalam Bahasa Batak Angkola sangat bermanfaat bagi masyarakat yang belum paham Bahasa Indonesia untuk bisa lebih memahami makna kandungan kitab suci ummat Islam itu.

“Kami yakin penerbitan ini sangat bermanfaat dan kami sangat berterimakasih kepda Badan Litbang Kemenag RI,” ujar Hasban.

Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama, mengatakan, kunjungan ke Sumut untuk menyampaikan informasi tentang peluncuran Produk Litbang Kemenag RI, terkait terjemahan Alquran bahasa daerah, yakni Bahasa Batak Angkola dan dua terjemahan Alquran lain.

Terjemahan, yaitu Alquran dengan Bahasa Bolaang Mangondow Sulawesi Utara dan Bahasa Toraja juga turut diluncurkan. Juga, pihaknya akan meluncurkan Ensiklopedi pemuka agama multikultural nusantara.

“Tujuannya penerjemahan Alquran berbahasa daerah yang pertama untuk melakukan konservasi bahasa daerah dimana berdasarkan beberapa indikator saat ini muncul fenomena kepunahan bahasa daerah yang sedang terjadi. Inilah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah,” tandasnya.

Berdasarkan salah satu penelitian LIPI, dari 600 bahasa daerah di Indonesia, saat ini hanya tinggal separuh saja yang bisa dipakai. Kedua, untuk memperkuat pemahaman Alquran bagi masyarakat yang belum bisa berbahasa Indonesia. Tujuannya agar bisa meningkatkan pemahaman dan pengamalan Alquran.

“Melalui terjemahan Alquran berbahasa daerah tentunya diharapkan dapat membantu dan meningkatkan pemahaman AlQuran bagi masyarakat berbahasa Angkola yang belum bisa berbahasa Indonesia. Dengan demikian, pemahaman masyarakat terhadap Alquran bisa lebih baik terutama dalam kondisi seperti ini,” harapnya.

Kenapa bahasa angkola yang dipilih, menurut dia itu berasal dari kesepakatan hasil diskusi Tim Penerjemahan Litbang. “Kita tahu, bahwa Bahasa Batak itu beragam. Namun bahasa Angkola bahasa Lingua Franca yang merupakan bahasa yang bisa dipakai dan dipahami oleh sub Bahasa Batak lainnya,” pungkasnya.[Mas]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close