HUMANITIES

Refleksi Jelang HDI 2019, Anggaran Terbatas Terus Pacu Inklusi Disabilitas

Indonesiaplus.id – Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada 3 Desember 2019, mengusung tema Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul dengan rangkaian kegiatan yang akan digelar di Plaza Barat, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Sejak 1996 telah diamanatkan untuk merayakan HDI setiap tahun dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan kesetaraan dan berbagai masalah yang dihadapi pada penyandang disabilitas.

“Perayaan tahun ini, Kementerian Sosial akan menggandeng Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), ” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, Margowiyono pada media briefing Forum Wartawan Kementerian Sosial (Forwasos) di Holiday Inn & Suites, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (18/11/2019).

Untuk memeriahkan HDI digelar pameran pada 2 Desember 2019, dengan menyediakan 60 both tenda secara gratis. Puncak acara dilaksanakan 3 Desember 2019 dengan ribuan penyandang disabilitas, serta akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

“Ini upaya untuk memperjuangkan perlindungan dan pemenuhan hak, sehingga akan terjadi peningkatan kesadaran dari berbagai pihak terhadap permasalahan dari para penyandang disabilitas,” tandasnya.

Di Indonesia terdapat 30 juta penyandang disabilitas berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun lalu. Sedangkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas), menunjukkan jumlah sebanyak 21 juta disabilitas.

“Ada 30 juta berdasarkan survei Susenas termasuk di dalamnya disabilitas berat dan sedang, namun data berbeda dari Supas sebanyak 21 juta. Iya, kurang lebih ada 10 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia, ” ungkapnya.

Sementara itu, alokasi anggaran penanganan penyandang disabilitas Rp 139 miliar per tahun. Dari anggaran itu dipakai bantuan disabilitas dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 81 miliar dan alat batu Rp 75 miliar.

“Sisa dari bantuan disabilitas dalam PKH dan alat bantu itulah digunakan monitoring dan kegiatan lainnya. Sangat kecil atau setara 0,00 dari APBN setiap tahunnya. Kami tetap bekerja keras memaksimalkan anggaran untuk memberikan layanan bagi penyandang disabilitas di Indonesia, “tandasnya.

Terkait tema perayaan HDI tahun ini, ada harapan besar untuk sebuah ikhtiar menyetarakan semua elemen bangsa tanpa terkecuali, termasuk para penyandang disabilitas.

“Maksud menyetarakan semua elemen bangsa adalah untuk semua golongan, termasuk penyandang disabilitas yang mungkin selama ini masih tertinggal dalam proses pembangunan nansional,” ungkap Ketua Umum PPDI, Gufroni Sakaril.

Ke depan, harapan besar bisa terwujud dan merindukan situasi Indonesia yang benar-benar inklusif dan tidak ada seorang anak bangsa yang ditinggalkan dalam proses pembangunan nasional.

“Situasi Indonesia inklusi tercermin dalam tiga hal mendasar, yaitu terpenuhi pelayanan kesehatan, pendidikan, serta mendapatkan pekerjaan sehingga para disabilitas bisa mandiri sekaligus ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional tersebut, ” pungkasnya.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close