HUMANITIES

BPNT Kurangi Kemiskinan, Mensos: Dari 9,41 Jadi 9,22 Persen

Indonesiaplus.id – Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) secara nyata telah berkontribusi untuk menurunkan jumlah kemiskinan di Indonesia dari 9,41 menjadi 9,22 persen.

“Jadi, ayo bersama-sama bergandengan tangan untuk terus menekan jumlah kemiskinan di Indonesia,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara pada acara Sosialisasi Program Sembako Murah di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah kemiskinan di Indonesia turun menjadi 9,22 persen pada September 2019 dari 9,41 pada Maret 2019.

Dengan penurunan jumlah kemiskinan tersebut, sejatinya bisa dicapai salah satunya dengan program BPNT sekaligus telah memberikan andil besar terhadap penurunan garis kemiskinan yang dipengaruhi oleh makanan.

Masih menurut laparan itu, pada Maret 2018, beras menduduki peringkat pertama sebagai komoditas paling berpengaruh terhadap kemiskinan, yaitu 20,95 persen di perkotaan dan 26,79 persen di perdesaan.

Pun demikian dengan telur yang menempati peringkat ke-3 dengan sumbangan 4,09 persen di perkotaan dan 3,28 persen di perdesaan. Laporan tersebut sesuai dengan survei MicroSave tentang Evaluasi Operasional BPNT Tahun 2018.

Pada laporan 2018 menyatakan, bahwa bantuan BPNT berkontribusi hingga 29 persen dari total pengeluaran rumah tangga keluarga penerima manfaat (KPM) atau juga membantu hingga 14 hari kebutuhan pangan KPM dalam sebulan.

Bantuan beras sejahtera (Rastra), menurut Survei Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (BP3KS) tentang Evaluasi Bansos Pangan 2018, mampu memenuhi 34 persen kebutuhan pangan KPM.

Berbagai laporan tersebut menunjukkan betapa pentingnya program bantuan sosial pangan dalam penurunan jumlah kemiskinan.

Adanya transformasi BPNT menjadi Program Sembako pada 2020, diharapkan bisa memberikan dampak yang lebih besar terhadap upaya menurunkan jumlah kemiskinan di tanah air.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close