HUMANITIES

Jajagi Pengembangan KUBE, Ditjen PFM Gandeng Poltekesos Bandung

Indonesiaplus.id – Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menjajagi kerjasama pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), sebagai langkah antisipasi membengkaknya angka kemiskinan karena penurunan ekonomi secara nasional.

Melalui langkah antisilatif ini menjadi sebuah keniscayaan, karena tipologi kemiskinan di Indonesia sangat beragam dengan alasan faktor geografis, psikografis, dan sosial budaya masyarakatnya.

Cuplikan pembahasan dalam webinar tentang nota kesepahaman rencana kerjasama penanganan fakir miskin melalui pengembangan kelompok usaha bersama yang digelar Bandung-Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Webinar diikuti oleh perwakilan dari masing masing Ditjen PFM Wilayah I, II, III, Kabag OHH dan tim, Biro Hukum, Sekretariat Badiklitpensos. Sedangkan, dari Poltekesos Bandung hadir Wakil Direktur II, Wakil Direktur III, Kapuslitbang, Kapus Kajian Kemiskinan, Ketua Program Pendidikan, serta dosen dengan kajian Kemiskinan.

Ke depan, penanganan kemiskinan perlu sebuah langkah inovatif, dengan melibatkan berbagai institusi lain baik yang bergerak dibidang bisnis, maupun yang bergerak dalam pengembangan konsepsi maupun langkah strategis empirisnya.

Ditjen PFM memandang Poltekesos memiliki kemampuan dan pengalaman dalam penanganan dan pemberdayaan fakir miskin. Dipandang kerjasama perlu ditetapkan komponen komponen yang dijadikan pegangan formasi peran dan tugas dari masing masing pihak yang akan dikerjasamakan.

Poltekesos diwakili Didiet Widiowati yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun di bidang kemiskinan di wilayah Sukabumi yang memandang perlu diperdalam terkait konsepsi kerjasama, termasuk tawaran tawaran model pemberdayaan fakir miskin, khususnya dalam pengembangan kelompok usaha bersama.

Hal senada disampaikan Kapuslitbang Suharma, bahwa kerjasama ini perlu rancangan yang multi kajian, termasuk dalam kajian penelitian, agar terlihat aspek-aspek pokok dalam pengembangan KUBE ini agar efektif dan ada hasilnya.

Dalam webinar ini mengambil keseimpulan pentingnya saling memahami tentang butir-butir kerjasama baik terkait tugas, peran, model maupun durasi ketercapaian hasil hasil yang akan menjadi ukuran kerjsama ini ada hasil dan manfaatnya.

“Untuk pengembangan program penangaan kemiskinan terutama dalam mencapai poverty zero growth pada 2025, “pungkas Wawan Heryana, menyitat pernyataan Dirjen PFM saat menutup webinar tersebut.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close