HUMANITIES

Gelar Matrikulasi, Direktur Poltekesos Minta Mahasisawa Miliki Motivasi Belajar Tinggi

Indonesiaplus.id – Permasalahan sosial semakin meluas dan mendalam, sehingga diperlukan analisis lebih tajam untuk situasi problematik yang dihadapi, serta berkiprah lebih baik dalam memecahkan masalah.

“Ini salah satu yang harus ditindaklanjuti oleh civitas akademika Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung yang akan menghasilkan pengembangan teknologi pelayanan secara komprehensif di bidang pekerjaan sosial, ” ujar Direktur Poltekesos Bandung, Dr Marjuki, MSc dalam Sambutan pada Kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru Program Studi Pekerjaan Sosial Program Magister Terapan yang digelar secara daring, Kamis (13/8/2020).

Teknologi terkait pelayanan pekerjaan sosial merupakan hasil dari proses jangka panjang yang dilakukan tahap demi tahap, mulai dari perkuliahan di kelas, penguatan teknologi dalam tutorial, field study, praktikum, serta penelitian secara mendalam.

Para mahasiswa agar mengikuti proses sungguh-sungguh baik di kelas secara daring maupun luirng yang dilandasi kerja keras, serta konsisten. Tugas dikerjakan dengan tertib, tutorial dan field study diikuti secara tekun, serta praktikum terintegrasi dengan penelitian dikerjakan dengan kerja keras, serta konsistensi.

“Jadi, semua proses harus diikuti secara tertib dan disertai kesabaran, maupun dukungan doa secara khusyuk. Semoga seluruh proses tersebut dapat terlewati dengan lancar, ” ungkap Marjuki.

Namun, Marjuki mengingatkan setiap mahasiswa harus waspada terhadap peluang terjadinya potential problem, baik academic problem maupun non-academic problem. Academic problem berupa kesulitan-kesulitan akademik, seperti kesulitan mengerjakan tugas, pencarian sumber belajar, kesulitan pemahaman materi belajar dan sebagainya.

Sedangkan, non-academic problem berupa berbagai kesulitan yang disebabkan kondisi non akademik, seperti kerinduan terhadap keluarga di kampung, kesulitan finansial, maupun kondisi kesehatan yang kurang mendukung. Semua kondisi itu harus diwaspadai, sehingga mahasiswa mampu mencegah sebelum terjadi. “Kunci yang harus dipegang erat, yaitu motivasi belajar tinggi dalam menyelesaikan seluruh perkuliahan. Bisa

dikatakan motivasi belajar tinggi merupakan prasyarat mutlak mencapai suatu kondisi tertentu. Jagalah motivasi belajar agar selalu berkobar sehingga tujuan belajar tercapai dengan baik, ” tandas Marjuki.

Setiap mahasiswa harus menguasai, menciptakan dan mengembangkan masa depan yang lebih baik dengan tidak hanya bersikap pasif menunggu. Sikap dinamis dan cepat menguasai tantangan ke depan dengan kreativitas dan semangat baru yang lebih segar.

“Harapan besar terhadap mahasiswa dan civitas academika agar menjadi insan tidak hanya merespon situasi dan menunggu, melainkan aktif berinisiatif dan visioner. Pekerja sosials sebagai profesi terdepan dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial, ujung tombak yang harus terampil mengatasi permasalahan sosial. Inti pekerja sosial harus memiliki visi ke depan yang terbarukan terkait situasi dan kondisi sosial, ” harapnya.

Selain itu, kompetensi pekerja sosial merupakan kandungan utama dalam menutup disparitas pelayanan sosial. Sebagai insan akademik maupun pelaku pembangunan kesejahteraan sosial harus memiliki posisi penting dalam proses pelayanan sosial, sehingga mampu selalu memperbarui kompetensi yang dimiliki melalui pendidikan dan penelitian.

“Tahap penting berikutnya untuk mengembangkan kompetensi pekerja sosial adalah berpikir dan melakukan refleksi kritis atau critical thinking and reflection. Proses pendidikan pada jenjang lanjutan merupakan suatu tahapan penting untuk melakukan critical thinking and reflection ini, ” pungkas Marjuki.

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Direktur Bidang Akademik; Ketua Program Studi Pekerjaan Sosial Program Magister Terapan; Para pejabat struktural; Para pejabat fungsional Poltekesos Bandung; serta mahasiswa pascasarjana pekerjaan sosial Program Magister Terapan.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close